Stadium dan Gejala Kontraktur Dupuytren

125

Kontraktur Dupuytren merupakan suatu kelainan tangan yang tidak menimbulkan rasa nyeri. Kelainan ini biasanya menyebabkan perubahan progresif lambat pada telapak tangan.

Pada kontraktur Dupuytren, terbentuk suatu jaringan parut di bagian bawah kulit telapak tangan. Seiring dengan perkembangan penyakit, jaringan parut ini akan mengkerut dan menarik jari-jari tangan secara perlahan hingga menekuk. Keadaan ini disebut dengan kontraktur. Seiring dengan berlalunya waktu dan semakin berkembangnya penyakit, maka kontraktur ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

Jari manis dan jari kelingking merupakan jari yang paling sering terkena. Penderita biasanya masih dapat melakukan aktivitas hariannya secara normal bila kelainan ini masih berada pada tahap awal.

 

Kontraktur Dupuytren Stadium Dini

Pada sebagian besar kasus, kontraktur Dupuytren terjadi pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun. Tanda awal kelainan ini adalah adanya suatu benjolan di dlaam telapak tangan anda.

Selain benjolan, beberapa penderita kontraktur ini juga merasakan gatal, terbakar, atau kulit telapak tangan terasa keras selama beberapa waktu tertentu. Beberapa penderita mengatakan bahwa rasa keras ini menyerupai bekas luka yang akan segera menyembuh. Kelainan ini juga seringkali salah didiagnosa sebagai suatu tendonitis (radang tendon). Pada kontraktur Dupuytren, kelainan mengenai suatu lapisan jaringan tepat di bawah lapisan kulit dan tidak mengenai tendon.

Pada tahap ini, benjolan keras yang terdapat pada telapak tangan disebut dengan nodul. Benjolan ini dapat menghilang dengan sendirinya pada sebagian kecil penderita. Akan tetapi, pada sebagian besar lainnya, maka kelainan ini akan terus berkembang. Benjolan ini dapat menetap selama beberapa bulan sampai beberapa tahun sampai gejala lainnya muncul.

Beberapa pengobatan telah terbukti dapat mengatasi kelainan ini pada tahap awal, seperti suntikan kortikosteroid kerja panjang ke dalam benjolan dapat menghentikan perkembangan penyakit untuk sementara waktu. Kadang diperlukan beberapa kali suntikan untuk memperoleh efek terbaik.

 

Kontraktur Dupuytren Stadium Lanjut

Kontraktur Dupuytren cenderung lebih cepat berkembang pada pria daripada pada wanita, dan juga lebih cepat memburuk bila mengenai kedua telapak tangan. Seiring dengan perkembangan kontraktur, nodul akan menebal dan terasa seperti ada tali di bagian bawah kulit. Lalu kulit di daerah tersebut akan mengkerut.

Proses terjadinya kontraktur Dupuytren sebenarnya mirip dengan proses penyembuhan luka pada kulit. Adanya luka memicu tubuh untuk membentuk suatu jaringan parut dan proses pengkerutan, kemudian ujung kulit akan ditarik menyatu dan luka pun tertutup. Pada kontraktur Dupuytren, proses penyembuhan ini terjadi tanpa adanya pemicu atau luka.

Gangguan pada aktivitas sehari-hari biasanya mulai terjadi saat kulit telah mengkerut dan menyebabkan terjadinya kontraksi yang membatasi pergerakan jari tangan.

 

Pengaruh Kontraktur Dupuytren Pada Kehidupan Anda

Semakin berat kontraktur maka semakin terganggulah aktivitas anda sehari-hari. Penderita biasanya akan merasa kaku saat harus meluruskan telapak tangannya. Penderita yang berprofesi sebagai musisi yang memainkan piano biasanya merupakan yang paling dulu merasakan kekakuan ini.

Seiring dengan semakin menekuknya jari-jari anda, maka anda akan merasa semakin sulit melakukan kegiatan anda, mulai dari mengambil sesuatu dari dalam kantong celana jeans anda, keramas, hingga mencuci wajah anda. Saat jari anda telah menekuk hingga 135°, maka anda akan mengalami kesulitan untuk mengeringkan kulit di daerah tersebut dan memudahkan infeksi jamur yang dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Sumber: webmd