Strabismus (Mata Juling)

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

254

Pernah mendengar istilah strabismus? Strabismus, juga dikenal dengan mata juling, adalah kondisi di mana kedua mata tidak bergerak ke arah yang sama atau terlihat bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu atau kedua mata dapat mengarah ke dalam atau ke luar, saat berusaha diarahkan ke satu titik yang sama. Seiring waktu, mata yang lebih lemah menjadi lebih “malas” atau jarang digunakan. Tanpa perawatan dini, strabismus dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

Ketika kedua mata memandang tidak searah maka akan ada dua gambar yang dikirm ke otak. Pada orang dewasa ini menyebabkan timbulnya penglihatan ganda. Pada anak kecil, otak belajar untuk tidak menghiraukan gambaran dari mata yang tidak searah dan hanya melihat dengan menggunakan mata yang normal. Anak kemudian kehilangan persepsi jarak, ukuran, dan kedalaman.

Apa penyebab mata juling?

Biasanya, ada 6 otot berbeda di sekitar masing-masing bola mata yang bekerja sama untuk menggerakkan mata sesuai dengan arah yang diinginkan. Hal ini membantu kedua mata untuk fokus di suatu objek secara bersamaan. Pada penderita strabismus, otot-otot tersebut tidak bekerja bersamaan akibat dari ketidakmampuan otak mengendalikan gerak ototnya. Sebagai hasilnya, salah satu mata melihat ke suatu objek, sedangkan mata lainnya mengarah ke arah yang berbeda, dan fokus ke objek lainnya.

Apabila hal ini terjadi, 2 gambar berbeda dikirim ke otak dari setiap mata. Sehingga nantinya otak menjadi terbiasa hanya menerima gambar dari mata yang normal saja. Apabila strabismus tidak diatasi, mata yang diabaikan oleh otak mungkin tidak dapat melihat dengan baik. Kemudian, penderita akan merasa kehilangan pandangan, yang disebut ambliopia atau “mata malas”. Namun tidak jarang pula, ambliopia terjadi terlebih dulu, sebelum kemudian strabismus terjadi.

Kebanyakan, kondisi strabismus yang terjadi pada anak merupakan kondisi yang tidak diketahui penyebabnya. Biasanya kondisi ini muncul saat atau setelah kelahiran, sehingga disebut strabismus bawaan.

Apa saja pengobatan untuk mata juling?

Langkah pertama untuk menangani strabismus pada anak-anak adalah memberikan kacamata atau penutup mata. Penutup mata ini diletakkan di atas mata yang normal, agar mata yang lebih lemah bekerja lebih keras, dan mendapatkan penglihatan yang lebih baik. Tujuan utama dari tindakan ini adalah untuk mencegah dan memperbaiki ambliopia atau mata lemah yang terjadi.

Anak Anda mungkin tidak suka menggunakan penutup mata atau kacamata, karena rasa tidak nyaman pada awal penutupan. Namun hal ini sangat penting untuk menggunakan kacamata atau penutup mata sesuai anjuran, agar otot-otot pada mata yang lemah kembali terlatih.

Operasi otot mata biasanya dilakukan apabila mata masih tidak bergerak dengan semestinya setelah latihan otot mata dengan penutupan dilakukan. Meski demikian, operasi perbaikan otot mata akan gagal apabila penanganan ambliopia dengan penutup mata tidak digunakan sesuai anjuran. Pada anak yang lebih kecil atau bayi, operasi lebih sering memberikan hasil yang baik, karena pada anak yang lebih kecil atau bayi, orang tua dapat memaksakan penutupan mata pada anaknya, sehingga penanganan ambliopia dapat terjadi secara maksimal.

Orang dewasa dengan strabismus ringan dapat terbantu dengan kacamata dan latihan otot mata untuk membantu menjaga mata yang lemah tetap berfungsi. Kondisi yang lebih serius memerlukan operasi untuk meluruskan mata. Jika strabismus disebabkan oleh kehilangan penglihatan, penglihatan harus diperbaiki sebelum operasi strabismus dilakukan.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar strabismus atau mata juling Anda dapat menghubungi dokter kami melalui aplikasi Pakdok. (EDA/STE)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store