Striktur Uretra

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

89

Striktur uretra adalah kondisi dimana terdapat penyempitan pada saluran kencing (uretra) yang disebabkan peradangan atau masalah lain. Uretra membawa kencing Anda keluar dari tubuh. Pada manusia, biasanya ini artinya uretra menyempit, aliran kencing lemah. Striktur parah mungkin benar-benar menghambat aliran kencing.

Striktur uretra bisa terjadi pada segala usia. Penyakit ini biasanya terjadi pada pria. Pada wanita, penyakit ini jarang terjadi. Penyakit ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala striktur uretra?

Gejala penyakit ini bisa berupa ketidaknyamanan ringan saat buang air kecil, termasuk hal-hal berikut:

  • sulit memulai buang air kecil
  • sakit saat buang air kecil
  • infeksi saluran kandung kemih
  • tidak dapat kencing sama sekali
  • kandung kemih tidak benar-benar kosong
  • aliran kencing lemah
  • kencing dengan tetesan kecil
  • kencing deras atau terbagi dua
  • darah dalam kencing
  • darah dalam air mani
  • tidak dapat menahan kencing
  • nyeri panggul
  • nyeri punggung
  • kemampuan ejakulasi berkurang

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter Anda.

Berikut ini penyebab umum striktur uretra:

  • trauma dari cedera atau kerusakan uretra atau kandung kemih (contohnya terjatuh dari sepeda di selangkangan atau kecelakaan mobil)
  • cedera panggul
  • pernah menjalani prosedur yang berhubungan dengan uretra (kateter kemih, operasi, atau prosedur pemeriksaan saluran kencing lain yang mengharuskan alat dimasukkan ke dalam saluran kencing)
  • riwayat operasi prostat atau sedang menderita pembesaran prostat
  • kanker di saluran kemih
  • infeksi saluran kemih (infeksi menular seksual atau PMS, gonorea)
  • infeksi atau peradangan prostat
  • malformasi uretra kongenital

Faktor-faktor risiko

  • pria, dari beberapa kasus khusus yang berisiko tinggi terkena striktur uretra, yaitu:
  • memiliki satu atau lebih penyakit seksual
  • menggunakan kateter (tabung kecil fleksibel yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk mengalirkan kencing dari kandung kemih
  • mengalami radang dan iritasi pada uretra
  • memiliki prostat yang besar

Untuk pengobatan striktur uretra, urolog sebaiknya memperpanjang uretra oleh anesthesia dan kemudian memasukkan instrument koersif. Kadang-kadang luka jaringan terbentuk setelah pengobatan membuat uretra stenosi berulang. Jika kambuh, luka jaringan bisa diangkat dengan operasi dan uretra mungkin perlu dibuat ulang.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi striktur uretra?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi striktur uretra:

  • pastikan menggunakan pelindung saat melakukan olahraga berbahaya
  • jaga gaya hidup sehat dan lakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi perkembangan setiap waktu dan pengobatan yang tepat (EDA)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store