Suka Asin? Hati-hati Patah Tulang!!

187

Menurut sebuah penelitian baru, sering mengkonsumsi makanan asin atau mengandung banyak garam dapat meningkatkan resiko terjadinya patah tulang setelah seorang wanita memasuki masa menopause, tidak perduli bagaimana kepadatan tulangnya.

Penelitian yang dilakukan di Jepang ini menemukan bahwa wanita usia lanjut yang mengkonsumsi paling banyak garam (natrium) memiliki resiko 4 kali lebih tinggi untuk mengalami patah tulang.

Karena mengkonsumsi garam secara berlebihan tampaknya dapat membuat tulang menjadi lebih rapuh, maka sangat penting untuk memperhatikan berapa banyak garam yang dikonsumsi oleh seorang penderita osteoporosis, suatu keadaan di mana kepadatan tulang telah menurun sehingga penderita mudah mengalami patah tulang. Hal ini dikarenakan patah tulang, terutama patah tulang panggul seringkali menyebabkan penderita tidak dapat bergerak dan bahkan dapat menyebabkan kematian penderita.

Berbagai penelitian sebelumnya telah menemukan adanya hubungan antara konsumsi garam berlebihan dan penurunan kepadatan tulang. Akan tetapi, penelitian baru ini bertujuan untuk mencari tahu apakah konsumsi garam berlebihan juga berhubungan dengan peningkatan resiko patah tulang.

Untuk itu, para peneliti pun mengamati sekitar 213 orang wanita yang telah memasuki masa menopause, yang rata-rata telah berusia 63 tahun. Setiap peserta diminta untuk melakukan pemeriksaan osteoporosis pada awal penelitian.

Setiap peserta rata-rata mengkonsumsi sekitar 5.211 mg garam setiap harinya. Akan tetapi, ada juga sekelompok wanita yang mengkonsumsi sekitar 7.561 mg garam setiap harinya (lebih banyak dari kandungan garam di dalam 7 buah double cheeseburger McDonald).

Para peneliti kemudian menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi banyak garam tersebut memiliki resiko 4.1 kali lebih tinggi untuk mengalami patah tulang dibandingkan dengan wanita lain yang mengkonsumsi lebih sedikit garam. Selain itu, wanita yang mengkonsumsi lebih sedikit garam terbukti tidak memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami patah tulang.

Peningkatan resiko ini tidak dipengaruhi oleh berbagai faktor resiko patah tulang lainnya seperti usia, kepadatan tulang, indeks massa tubuh, konsumsi kalsium, konsumsi vitamin D, kadar vitamin D di dalam darah, dan kekuatan otot.

Oleh karena itu, dianjurkan agar seorang wanita yang telah berusia 51 tahun atau lebih tidak mengkonsumsi lebih dari 1.500 mg garam setiap harinya.

Sumber: sciencedaily