SUNAT DAN PENGARUHNYA DENGAN KESUBURAN PRIA

11

Sunat tidak diwajibkan secara medis, namun dapat dilakukan untuk berbagai alasan, mulai dari tradisi budaya, keyakinan agama, hingga untuk menjaga kebersihan diri. Ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari prosedur medis ini, seperti dapat mencegah penularan HIV dan penyakit kelamin lainnya, serta menurunkan risiko kanker penis.

Satu-satunya perbedaan antara penis yang disunat dan tidak adalah pada kulit kulup penis. Penis yang sudah disunat tidak lagi memiliki kulup yang menempel di ujung kepala penis, sedangkan kepala penis yang tidak disunat masih terbungkus oleh kulit kulup.

Disunat tidak memengaruhi kesuburan. Namun, sunat dapat membantu mengatasi masalah penis yang dapat memengaruhi kesuburan pria. Fimosis dan balanitis adalah dua masalah penis yang paling umum menyebabkan ketidaksuburan, berikut penjelasannya:

  • Fimosis

Fimosis adalah masalah yang terjadi ketika kulit kulup penis tidak dapat ditarik ke bawah dan terperangkap di belakang kepala penis saat sedang ereksi karena terlalu ketat. Fimosis bisa menyebabkan pria jadi tidak subur karena kulit kulup yang terlalu ketat dapat menghambat sel sperma keluar saat ejakulasi untuk masuk ke dalam vagina. Fimosis adalah keadaan darurat medis karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penis, yang bisa semakin menipiskan peluang kesuburan pria.

  • Balanitis

Balanitis adalah pembengkakan pada kulit kulup dan kepala penis. Balanitis menyebabkan penis terasa gatal, memerah, dan meradang. Peradangan pada kulit kulup penis secara tidak langsung bisa menghambat keluarnya air mani dan sperma, yang memicu masalah ketidaksuburan.

Apakah sunat meningkatkan kesuburan pria?

Meski sunat dapat memperbaiki masalah kulit penis, sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa penis yang disunat akan meningkatkan kesuburan. Tidak disunat pun tidak secara langsung berdampak buruk pada kesuburan pria.

Hal utama yang menentukan kesuburan seorang pria adalah produksi sperma yang berkualitas. Sperma yang berkualitas harus memenuhi tiga faktor penting, yaitu jumlah, bentuk, dan gerakan yang lincah. Jika ada satu saja kelainan sperma dari ketiga faktor tersebut, maka risiko kemandulan dapat meningkat. Secara umum, gaya hidup dan pola makan yang sehat adalah dua faktor yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sperma dan kesuburan pria.

Menjaga kebersihan penis juga tidak kalah penting untuk kesuburan pria. Kulit kulup dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran. Bila dibiarkan, kotoran akan menumpuk dan rentan menyebabkan infeksi pada organ reproduksi pria. Hal ini dapat menjadi perantara penyebaran infeksi ke pasangan. Sementara, kulit kulup yang telah diangkat setelah disunat dapat memudahkan bagi pria untuk membersihkan penis. Secara tidak langsung, hal ini dapat meningkatkan kesuburan pria dan bisa terhindar dari risiko infeksi. (RD/PAY)

Referensi:

  • NCBI. Circumcision for all: the pro side. 2007
  • Mayo Clinic. Circumcision (male). 2018
  • Dailymail UK. Why every man should be circumcised. 2016