TAHI LALAT ATAU KANKER KULIT?

5

Tumbuhnya tahi lalat di wajah maupun bagian tubuh lainnya merupakan hal yang normal terjadi pada kulit manusia. Sebagian besar tahi lalat ada sejak lahir, tapi bisa juga baru muncul saat dewasa. Tahi lalat bisa dikatakan sebagai tumor jinak pada kulit yang paling umum dijumpai pada manusia. Memang, kondisi kulit ini umumnya nggak berbahaya. Namun pada sejumlah kasus, tahi lalat dapat mengganas menjadi melanoma, salah satu jenis kanker kulit. Karena itu penting untuk mengenali apakah tahi lalat yang Anda miliki normal atau merupakan suatu gejala kanker kulit.

Tahi lalat tanda lahir normal biasanya berwarna merata dengan nuansa kecokelatan, biru-keabuan (mongolian spot), noda kemerahan (salmon patches), keunguan (hemangioma), atau hitam legam. Orang-orang berkulit atau rambut gelap cenderung memiliki tahi lalat yang berwarna lebih gelap daripada mereka yang berkulit putih atau rambut pirang. Tahi lalat dapat menyatu rata dengan kulit atau timbul terangkat, bahkan bisa disertai pertumbuhan rambut. Bentuknya bisa bulat sempurna atau oval. Beberapa tanda lahir dapat hadir begitu Anda lahir, tetapi kebanyakan muncul selama masa kanak-kanak atau dewasa awal. Setelah tahi lalat berkembang, mereka akan biasanya tetap memiliki ukuran, bentuk, dan warna yang sama selama bertahun-tahun. Beberapa tahi lalat mungkin menggelap (saat hamil), bertambah (selama masa remaja), atau memudar (di usia lanjut: 40-50 tahun ke atas) sebagai respon terhadap hormon.

Tahi lalat berbahaya merupakan tahi lalat yang menjadi gejala dari jenis kanker kulit ganas bernama melanoma. Melanoma bisa jadi berawal dari tahi lalat datar dan lama kelamaan membesar. Cara mengidentifikasinya dengan menggunakan pedoman ‘ABCDE’.

A = Asymmetry (Asimetri)

Tahi lalat normal memiliki bentuk simetris sempurna, di mana salah satu pinggirannya akan cocok dengan sisi yang satunya. Tanda lahir yang dicurigai sebagai gejala kanker kulit akan memiliki ketidakcocokan dalam ukuran dan bentuk. Hal ini diakibatkan karena sel pada salah satu sisinya bertumbuh lebih cepat daripada yang lain. Sel kanker akan cenderung berkembang lebih cepat daripada sel normal, dan dalam pola yang tidak beraturan.

B = Border (Pinggiran)

Tepian tanda lahir normal akan memiliki batasan yang terdefinisi, terpisah jelas mana warna kulit Anda berakhir dan di mana pigmentasi warna akibat tahi lalat dimulai. Jika pinggiran tanda lahir tampak kabur, hal ini bisa menjadi pertanda kanker. Tepian yang compang-camping atau buram juga diakibatkan oleh pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.

C = Color (Warna)

Selama warnanya tetap solid, sama rata di segala sisi, tahi lalat Anda termasuk normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi, jika Anda melihat adanya beragam corak warna dalam satu wilayah tahi lalat, tanda lahir Anda bisa bersifat kanker.

Melanoma akan berbentuk seperti bercak yang memiliki corak nuansa berbeda dari  satu famili warna. Misalnya, di tengah berwarna merah muda yang berangsur menggelap kemerahan di pinggirannya, atau kebalikannya (tahi lalat berwarna merah saja atau pink saja termasuk normal). Atau, tahi lalat kanker dapat menunjukkan bercak warna yang berbeda sama sekali di satu tempat, misalnya merah, putih, keabuan dalam satu tahi lalat.

D = Diameter

Tanda lahir yang normal akan berukuran tetap sama sepanjang waktu. Sebuah tahi lalat yang bertumbuh membesar tiba-tiba, lebih besar dari 6 mm, dapat mengindikasikan masalah. Namun demikian, melanoma juga kadang ditemukan dalam ukuran yang lebih kecil dari yang seharusnya.

E = Evolving (Perubahan)

Perubahan merupakan pertanda buruk ketika membicarakan soal tanda lahir. Tahi lalat berubah warna, ukuran, bentuk sehingga terlihat sangat berbeda dibandingkan dari semua tahi lalat lain pada kulit Anda mengindikasikan bahwa inilah waktunya Anda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Waspada ketika Anda mengalami tahi lalat dengan tanda diatas dan segera periksakan diri Anda ke dokter. (EM/STE)

Daftar Pustaka

  1. C. Garbe et al.  Diagnosis and treatment of melanoma. European consensus-based interdisciplinary guideline Update 2016. European Journal of Cancer. 2016;63 : 201-217.
  2. Signs and symptoms of melanoma skin cancer http://www.cancer.org/cancer/skincancer-melanoma/detailedguide/melanoma-skin-cancer-signs-and-symptoms. Diakses 17 Februari 2019.