TEKANAN DARAH TINGGI PADA KEHAMILAN

79

Ibu hamil yang memiliki tekanan darah tinggi dan tidak diobati dengan tepat, akan memberikan dampat negatif pada kesehatan ibu dan bayinya selama hehamilan, persalinan, hingga masa nifas atau setelah melahirkan.

Apa saja tipe tekanan darah tinggi pada ibu hamil?

  • Hipertensi kronik: adalah tekanan darah yang tinggi mulai sebelum usia ke-20 minggu kehamilan. Beberapa wanita mungkin sudah memiliki tekanan darah tinggi sebelum mereka hamil namun belum pernah melakukan pemeriksaan tekanan darah.
  • Hipertensi gestasional: tekanan darah tinggi yang dimulai sejak hamil 20 minggu. Tekanan darah ini akan kembali membaik dalam waktu 12 minggu setelah melahirkan.
  • Hipertensi kronik superimposed preeklampsia: terjadinya hipertensi kronik yang juga diikuti adanya protein pada urin atau komplikasi terkait tekanan darah lainnya selama kehamilan.
  • Preeklampsia: peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba setelah minggu ke-20 kehamilan. Dari pemeriksaan didapatkan juga protein dalam urin atau disebut proteinuria. Juga didapatkan pembengkakan di wajah serta tangan, sakit kepala yang tidak kunjung sembuh, masalah penglihatan termasuk penglihatan kabur dan melihat bintik-bintik, serta dapat juga didapatkan nyeri perut bagian kanan atas.

Apa yang harus dilakukan ibu?

Sebelum kehamilan:

  • Buat rencana kehamilan dan bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan
  • Diskusikan dengan tenaga medis mengenai obat-obat yang selama ini dikonsumsi karena beberapa obat memiliki efek samping terhadap kehamilannya
  • Melakuan aktivitas fisik yang teratur dan makan makanan yang sehat untuk menjaga tubuh

Selama kehamilan:

  • Secara rutin melakukan pemeriksaan kandungan (ante natal care)
  • Rutin cek tekanan darah, apabila tinggi segera temui dokter termasuk juga jika curiga preeklamsia
  • Melanjutkan gaya hidup sehat dan memonitoring berat badan selama kehamillan.

Setelah kelahiran

  • Tetap melakukan monitoring tanda-tanda preeklampsia. Segera hubungi pelayan kesehatan apabila didapatkan gejala yang makin berat.

Apa bahayanya hipertensi dalam kehamilan?

  • Penurunan aliran darah ke plasenta

Jika plasenta tidak mendapat cukup darah, bayi akan menerima sedikit oksigen dan nutrisi. Hal ini menyebabkan bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, hingga peningkatan risiko infeksi dan komplikasi lainnya pada bayi

  • Solusio plasenta

Yaitu keadaan dimana plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum melahirkan. Hal ini menyebabkan perdarahan hebat dan dapat mengancam nyawa ibu dan bayi

  • Risiko penyakit jantung

Peeklampsia akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah terlebih apabila mengalami preklampsia lebih dari satu kali.

Walau penyebab darah tinggi pada ibu hamil masih belum dapat diketahui secara pasti namun perburukan penyakit ini dapat dicegah dengan deteksi dini berupa peningkatan kesadaran, konseling, dan rutin mengonsumsi obat untuk mengontrol tekanan darah. (ITA)

Sumber:

CDC. 2018. High Blood Pressure During Pregnancy Fact Sheet. https://cdc.gov/bloodpressure/pregnancy.htm 6 Maret 2019

Mayo Clinic. 2018. Pregnancy week by week. https://mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20046098 6 Maret 2019

MedlinePlus. 2019. High Blood Pressure in Pregnancy. https://medlineplus.gov/highbloodpressureinpregnancy.html 6 Maret 2019


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store