Telinga Berair, Apakah Berarti Infeksi?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

485

“Wah anak saya kok telinganya berair dan bau ya?”

Seringkali kita mendengar keluhan seperti ini, terutama pada usia bayi atau balita. Sebenarnya apa penyebab dari telinga berair pada anak? Dan mengapa hal ini sering terjadi pada anak? Apakah hal ini berbahaya? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul pada kita sebagai orangtua. Untuk penjelasan lebih lanjut yuk kita simak artikel di bawah ini.

Telinga berair pada anak merupakan gejala dari infeksi telinga, bisa terjadi pada satu telinga atau kedua telinga, infeksi ini dalam dunia medis dikenal dengan nama Otitis Media. Ada dua macam infeksi telinga, yaitu infeksi akut dan kronis. Setiap orang bisa mengalami infeksi telinga, namun kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun dan pada bayi berusia 6-15 bulan, statistik mencatat sekitar 25% anak mengalami infeksi telinga sebelum berusia 10 tahun. Penyebab yang paling umum yaitu pilek. Ketika anak Anda berusaha mengevakuasi “ingus” dengan cara yang salah, maka ingus yang berisi bakteri atau virus tersebut dapat berpindah ke telinga bagian tengah sehingga menyebabkan infeksi gendang telinga juga. Akibatnya gendang telinga menggelembung kearah liang telinga luar dan berwarna kemerahan serta mudah pecah.

Mengenali infeksi pada anak-anak, apalahi bayi tentunya tidak mudah. Ada beberapa gejala yang perlu anda perhatikan. Biasanya anak andaakan sering menarik, menggemgam, atau menggaruk telinga, demam, tidak mau makan, menjadi mudah marah atau rewel, susah tidur di malam hari, atau bahkan tidak bereaksi dengan suara lirih atau pelan. Memang tidak semua anak akan mengalami demam saat terkena infeksi telinga, tetapi umumnya mereka akan lebih rewel atau lebih sering menangis. Beberapa gejala lain yang sering dikeluhkan antara lain sakit pada telinga, sulit tidur, tidak nafsu makan, muntah hingga diare.

Pada 2-3 hari pertama terjadinya infeksi, dokter umumnya akan menunggu kemungkinan infeksi dapat sembuh tanpa bantuan obat. Sistem imunitas atau daya tahan tubuh dapat mengatasi sebagian infeksi telinga pada anak. Meski demikian, umumnya dibutuhkan obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam sekaligus membantu anak merasa lebih nyaman. Infeksi telinga pada anak secara berulang yaitu mencapai 4 kali per tahun atau 3 kali per 6 bulan, umumnya membutuhkan penanganan lebih lanjut. Misalnya, memasukan tabung khusus ke dalam telinga untuk mencegah berulangnya infeksi.

Sebagai pencegahan, jika anak terserang pilek atau flu jangan dibiarkan berlarut-larut, segera konsultasikan ke fasiltas kesehatan terdekat karena pilek yang tidak diobati bisa berlanjut menjadi infeksi telinga pada anak. Jika menemukan kondisi telinga berair pada anak jangan memasukkan benda apapun ke dalam telinga atau mencoba mengobatnya sendiri segeralah berkonsultasi pada dokter. (EDA/CM)

Sumber :

  1. Waspada Telinga Berair Pada Anak Akibat Infeksi. https://alodokter.com/waspada-telinga-berair-pada-anak-akibat-infeksi
  2. Otitis Media. https://alodokter.com/otitis-media
  3. Bimantara S. Kenapa Ya Telinga Anak Berair? https://republika.co.id/berita/konsultasi/dokter-kita/14/02/19/n1805d-kenapa-ya-telinga-anak-berair

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store