TERAPI RADIASI UNTUK PENDERITA KANKER

7

Terapi radiasi atau radioterapi adalah sebuah terapi yang menggunakan radiasi yang berasal dari energi radioaktif. Bagi pengidap kanker, pengobatan dengan terapi radiasi adalah hal yang umum terjadi. Terkadang pengobatan yang dilakukan hanya mencakup terapi radiasi, terkadang juga dikombinasikan dengan kemoterapi atau operasi pembedahan.

Terapi radiasi pada umumnya menggunakan kekuatan X-ray, namun bisa juga memanfaatkan kekuatan proton atau jenis energi lain. Terapi radiasi berfungsi merusak sel kanker dengan menghancurkan materi genetika sel yang mengontrol pertumbuhan dan pembelahan diri sel kanker.

Walaupun fokus radioterapi adalah untuk mengobati penyakit kanker, namun radioterapi juga digunakan untuk mengatasi penyakit non-kanker seperti tumor, penyakit tiroid, dan berbagai kelainan darah lainnya bisa juga diterapi dengan pengobatan ini. Penderita kanker dengan stadium lanjut juga dianjurkan untuk melakukan radioterapi, bukan bertujuan untuk menyembuhkan namun untuk mengurangi gejala dan kesakitan yang dialami oleh penderita.

Radioterapi tidak selalu langsung berhasil membunuh sel kanker atau sel normal yang sedang tumbuh. Untuk membuatnya mati dan tidak tumbuh kembali, maka dibutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan minggu. Jaringan normal yang sering kali terkena dampak radiasi adalah jaringan tubuh yang melakukan pembelahan secara terus-menerus, seperti kulit, beberapa jaringan dalam sistem pencernaan, serta sumsum tulang. Oleh karena itu, efek samping akan timbul beberapa waktu setelah melakukan radioterapi.

Dampak yang paling sering dialami pasien yang melakukan radioterapi adalah:

  1. Masalah kulit

Kulit menjadi kering, gatal-gatal, bahkan bisa mengelupas. Masalah ini muncul setelah beberapa minggu menjalani radioterapi.

  • Gangguan tenggorokan

Radioterapi yang dilakukan di sekitar kepala dan leher, kemungkinan efek samping antara lain kondisi mulut kering, air liur yang mengental, sakit tenggorakan, sulit menelan, perubahan rasa pada makanan yang dikonsumsi, mual, sariawan, dan kerusakan pada gigi.

  • Mudah lelah

Radioterapi tidak hanya menyebabkan sel kanker mati tetapi juga sel – sel yang tubuh dengan cepat. Salah satu sel yang tumbuh dengan cepat adalah sel darah. Kerusakan sel darah yang meningkat dapat menyebabkan tubuh menjadi kekurangan darah yang ditandai dengan mudah lelah.

  • Rambut rontok

Rambut juga merupakan sel yang tumbuh dengan cepat. Akibatnya, radioterapi yang seharusnya membunuh sel kanker juga membunuh sel – sel rambut. Gejala yang muncul dapat berupa rambut rontok hingga kebotakan.

Efek tersebut biasanya akan berkurang beberapa hari atau minggu setelah pengobatan selesai. Meski jarang terjadi, radioterapi juga memiliki kemungkinan dampak jangka panjang. Misalnya pengobatan pada bagian kelamin atau panggul berisiko menyebabkan kemandulan yang permanen.

Setelah proses perencanaan, tim radioterapi akan memutuskan jenis radiasi dan dosis yang akan pasien terima berdasarkan jenis dan stadium kanker, kesehatan pasien secara menyeluruh, dan alasan dilakukannya radioterapi. Fokus dan dosis radioterapi yang tepat penting untuk memaksimalisasi efek radiasi dalam menghancurkan sel-sel kanker sekaligus meminimalisasi efek-efek yang dapat merugikan. (RH/STE)

Referensi

Cancer Research UK. 2018. What Is Radiotherapy ?

American Cancer Society. 2018. Radiation Therapy Basic.