TES FUNGSI GINJAL

75

Ginjal merupakan sepasang organ yang terletak di belakang rongga perut dan memiliki berbagai fungsi penting. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan membuang sampah metabolisme, menjaga keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit, serta memproduksi hormon untuk mengatur tekanan darah dan pembentukan sel darah merah. Jika fungsi gunjal terganggu maka timbul masalah kesehatan seperti pembengkakan di pergelangan kaki, sesak napas, sulit tidur, mudah lelah, mual, dan muntah. Pada tahap akhir, ginjal yang sudah tidak mampu berfungsi sama sekali, atau yang lebih sering disebut sebagai gagal ginjal, mengharuskan penderitanya untuk melakukan cuci darah secara rutin agar sampah metabolisme dapat terbuang sebagaimana mestinya.

Tes fungsi ginjal dilakukan untuk memeriksa kondisi ginjal dan mendeteksi risiko penyakit. Anda dianjurkan melakukan tes ini jika ada riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, serta mengidap penyakit diabetes, hipertensi, dan jantung. Tes fungsi ginjal idealnya dilakukan satu kali dalam setahun, namun pada penderita sakit ginjal, tes fungsi ginjal dapat dilakukan lebih sering. Berikut empat cara tes fungsi ginjal yang perlu diketahui:

  1. Tes Darah

Tes darah dilakukan untuk mengukur efektivitas bagian-bagian ginjal dalam membuang limbah dan kelebihan cairan dalam darah. Pada tes ini, darah akan diuji untuk melihat kadar serum kreatinin atau salah satu sampah limbah yang dapat terdeteksi di dalam darah. Kadar serum kreatinin ini dinilai berdasarkan usia, berat badan, jenis kelamin dan ukuran tubuh.

  • Tes Urin

Dalam tes urine, hasil dapat menandakan adanya kelainan atau penyakit ginjal dari kandungan zat abnormal dalam urine, seperti gula (glukosa), protein, dan sel darah merah. Pada ginjal yang sehat, jumlah zat-zat tersebut sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Meski demikian, adanya zat-zat tersebut tidak selalu menandakan bahwa seseorang menderita penyakit ginjal. Hasil tes urine hanya menjadi pertanda adanya kondisi yang tidak biasa atau tidak normal pada ginjal seseorang.

  • Tes Pencitraan

Dilakukan jika hasil tes darah kurang dari 60 dan dokter mencurigai adanya batu ginjal, tumor, atau penyebab sakit ginjal lainnya. Tes pencitraan yang dilakukan berupa USG dan CT scan. Pemeriksaan USG menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan gambaran kondisi ginjal. Sedangkan CT scan dilakukan menggunakan pewarna kontras untuk menghasilkan gambar ginjal. Hasil tes pencitraan bisa menunjukkan adanya kelainan ukuran dan posisi ginjal, serta penyebab gangguan fungsi ginjal.

Setelah hasil pemeriksaan fungsi ginjal diketahui, dokter akan melakukan diagnosis penyakit yang sedang dialami oleh pasien. Jika diperlukan dokter dapat meminta pasien untuk menjalani tes tambahan agar hasil diagnosis lebih akurat. (RH/STE)

Referensi

Stang D. 2018. HealthLine. Kidney Function Test.

WebMD. 2018. Medical Test Of Kidney Function