Tes Kepadatan Tulang Pada Osteoporosis

259

Pernahkan Anda bertanya-tanya kapan saatnya melakukan tes kepadatan tulang (bone density test)? Tes kepadatan tulang (juga dikenal sebagai bone density test, bone mineral density test atau bone scan) mengevaluasi kekuatan tulang dengan mengukur sebagian kecil dari satu atau beberapa tulang. Dengan mengetahui kepadatan tulang dapat membantu dokter Anda untuk merekomendasikan langkah-langkah pencegahan dan pengobatan untuk osteoporosis, jika diperlukan, untuk mencegah patah tulang atau tulang rapuh.

Siapa saja yang memerlukan tes kepadatan tulang?

Menurut panduan dari National Osteoporosis Foundation, mereka yang memerlukan tes kepadatan tulang adalah:

  • Wanita yang telah memasuki masa menopause dibawah usia 65 tahun
  • Wanita usia 65 tahun keatas
  • Wanita menopause yang mengalami patah tulang, walaupun tidak diharuskan karena pengobatan tetap akan dilakukan walaupun tidak dilakukan tes kepadatan tulang.
  • Wanita dengan kondisi medis yang dihubungkan dengan osteoporosis.
  • Wanita yang harus mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menggangu kepadatan tulang.
  • Pria usia 70 tahun
  • Pria usia 50-69 tahun yang memiliki faktor resiko osteoporosis.

Apakah pihak asuransi bersedia membiayai tes kepadatan tulang?

Saat ini banyak pihak asuransi yang bersedia membiayai tes kepadatan tulang sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan, tetapi ada baiknya Anda memeriksakan kembali kepada pihak asuransi yang Anda gunakan.

Kebanyakan asuransi akan bersedia membayar untuk tes ini jika Anda memiliki faktor resiko seperti:

  • Patah tulang
  • Wanita menopause
  • Wanita menopause dan tidak menjalani terapi esterogen
  • Mengkonsumsi obat-obatan yang akan menyebabkan kerapuhan tulang

Ada berapa tipe tes kepadatan tulang yang saat ini tersedia?

Saat ini terdapat berbagai macam mesin yang dipakai untuk mengukur kepadatan tulang. Mesin “Central” mengukur kepadatan tulang di pinggul, tulang belakang dan keseluruhan tubuh. Mesin “peripheral” akan mengukur kepadatan tulang di jari, pergelangan tangan,tulang kering, tempurung lutut, dan tumit. Berikut adalah jenis-jenis mesin pengukur kepadatan tulang yang saat ini tersedia:

  • DXA (Dual Energy X-ray Absorptiometry) untuk mengukur kepadatan tulang di tulang belakang, pinggul dan keseluruhan tubuh
  • pDXA (Peripheral Dual Energy X-ray Absorptiometry) untuk mengukur kepadatan tulang di pergelangan tangan dan tumit
  • SXA (single Energy X-ray Absorptiometry) untuk mengukur kepadatan tulang di pergelangan tangan dan tumit
  • QUS (Quantitative Ultrasound) menggunakan gelombang suara untuk mengukur kepadatan tulang di tumit
  • QCT (Quantitative Computed Tomography) bisanya digunakan untuk mengukur kepadatan tulang di tulang belakang, tetapi bisa juga digunakan untuk jenis tulang yang lain
  • pQCT (Peripheral Quantitative Computed Tomography) untuk mengukur kepadatan tulang di pergelangan tangan
  • RA (Radiographic Absorptiometry) menggunakan X-ray untuk mengukur kepadatan tulang di tangan

Apakah tes kepadatan tulang dapat digunakan untuk memantau pengobatan osteoporosis?

The American Medical Association dan beberapa organisasi kesehatan terkenal lainnya telah menentukan jika tes kepadatan tulang berulang (DXA scans) tidak perlu dilakukan untuk memonitor perkembangan pengobatan osteoporosis pada 3 tahun pertama atau jika merupakan tindakan pencehagan. Kepadatan tulang berubah dengan lambat pada saat pengobatan sehingga kemungkinan akan sulit dideteksi oleh mesin. Para ahli berpendapat scan ulangan tidak akan dapat membedakan antara peningkatan sesungguhnya ang terjadi pada pengobatan dengan variasi pada pengukuran mesin tersebut.

Tetapi beberapa organisasi seperti the National Osteoporosis Foundation tetap menyarankan pemeriksaan ulangan setiap durasi 1-2 tahun selama pengobatan. Tanyakan kepada penyedia kesehatan Anda mana yang terbaik untuk Anda.

 

Sumber: webmd