Tidak Ingin Makan, Apakah Anorexia?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

143

Berat badan merupakan suatu topik sensitif untuk kebanyakan orang, terlebih berat badan yang melebihi normal atau obesitas. Tak hanya dalam bidang kesehatan, berat badan juga merupakan permasalahan sosial. Hal tersebut dapat  membuat beberapa orang mengalami gangguan makan dikarenakan takut apabila berat badan bertambah atau takut menjadi gendut, meskipun berat badan saat ini bahkan sudah berada di bawah normal. Gangguan tersebut dikenal dengan istilah anorexia.

Anorexia merupakan gangguan makan yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mempertahankan berat badan normal, ketakutan akan bertambahnya berat badan, secara konstan mengurangi asupan makanan yang dapat meningkatkan berat badan, serta memiliki gangguan dalam melihat berat badan serta bentuk tubuh. Ciri khas dari anorexia adalah penderita dengan sengaja, memacu, atau mempertahankan pengurangan berat badan. Anorexia sangat berbahaya karena dapat memberikan efek terhadap psikis serta dapat mempengaruhi kesehatan fisik penderita. Berdasarkan penelitian terdapat kelompok tertentu yang rentan untuk mengalami anorexia yaitu penari, model, aktor, pegulat, pramugari, atau kelompok yang secara berlebihan mengagungkan tubuh kurus. Sekitar 0,3 – 1% orang mengalami anorexia di Amerika, dengan jumlah penderita wanita lebih banyak.

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya anorexia yaitu riwayat keluarga dengan gangguan makan, memiliki kepribadian yang perfeksionis, mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah serta menangani perasaan negatif, dan sifat merasa rendah diri.

Gejala dari anorexia dapat berupa gejala fisik maupun psikis. Beberapa diantaranya adalah penurunan berat badan secara drastis, mengurangi berat badan dengan menghindari makanan yang mengandung lemak, merangsang muntah oleh diri sendiri, menggunakan pencahar (urus-urus), olah raga berlebihan, atau memakai obat penekan nafsu makan. Penderita anorexia juga mengalami ketakutan berlebihan terhadap berat badan bahkan tetap merasa gendut meskipun berat badan telah di bawah normal, menolak untuk merasakan lapar,  penderita secara konsisten membuat alasan atau menolak makan atau situasi berkaitan dengan makanan.

Dikarenakan asupan makanan yang kurang, maka metabolisme tubuh dapat terganggu sehingga dapat pula muncul keluhan seperti kram pada perut atau gangguan pencernaan lain seperti konstipasi, pusing, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, gangguan menstruasi, kulit kering, rambut rontok, kelemahan pada otot, dan merasa kedinginan sepanjang waktu. Siklus membuat lapar diri sendiri ini juga dapat membuat gangguan pada elektrolit tubuh sehingga dapat menyebabkan henti jantung yang berlanjut pada kematian.

Berdasarkan gejala tersebut, belum dikatakan anorexia apabila hanya tidak ingin makan, namun penting untuk diwaspadai apabila rasa tidak ingin makan dikarenakan takut untuk gendut berlangsung terus menerus sehingga berat badan menurun drastis. Biasanya penderita menyangkal bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja, sehingga penting bagi lingkungan sekitar penderita untuk lebih peduli dan menyadari hal tersebut sebelum terlambat. Apabila didapatkan gejala-gejala tersebut maka sangat penting untuk segera membawa penderita ke dokter atau psikiater terdekat. Salam sehat! (IFT/CM)

Referensi:

  1. National Eating Disorder Association. 2018. Anorexia
  2. Smink FR, van Hoeken D, Hoek HW. 2012. Epidemiology of Eating Disorder: Incidence, Prevalence, and Mortality. Curr Psychiatric Reports. Vol 14(4) pp. 406-414.
  3. Bernstein BE. 2018. Anorexia Nervosa Clinical Presentation. Medscape.
  4. Miller KK, Grinspoon SK, Ciampa J, et al. 2005. Medical Findings in Outpatients with Anorexia Arch Intern Med. Vol 165(5) pp. 561-566.
  5. Maslim R. 2013. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ III dan DSM 5.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store