Tips Cara Menolong Seorang Yang Mengalami Henti Jantung

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

77

Henti jantung adalah saat jantung mendadak kehilangan kemampuan untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Henti jantung ini tidak selalu menandakan kematian pada seseorang, karena bisa jadi hanti jantung yang terjadi hanya bersifat sementara, kemudian jantung bisa kembali berdetak dan memompa darah seperti sedia kala. Banyak kasus yang terjadi dimasyarakat, saat terjadi kecelakaan korban yang mengalami henti jantung dibiarkan atau langsung dibawah ke fasilitas kesehatan tanpa mendapatkan tindakan terlebih dahulu, hasilnya korbanya sebelum sampai ke fasilitas kesehatan sudah meninggal.

 

Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara penanganan pada korban yang mengalami henti jantung. Bagi Anda yang ingin membantu dan tidak tahu caranya anda dapat malakukan beberapa cara untuk menolong korban tersebut, berikut cara dan penjelasannya.

 

  1. Danger atau Bahaya

Saat Anda menemukan seseorang yang mendadak tidak sadarkan diri atau pingsan karena alasan apapun, Anda harus memastikan bahwa Anda sebagai penolong berada pada kondisi yang aman. Apabila penderita tidak sadarkaan diri dikerubungi oleh banyak orang, mintalah agar orang-orang sedikit mundur atau memberikan jarak dengan penderita, agar penderita mendapatkan cukup sirkulasi udara yang mengandung oksigen. Apabila penderita tidak sadarkan diri merupakaan penderita tenggelam, korban tersengat arus listrik, korban kebakaran, korban bencana, atau kecelakaan, maka usahakan untuk memindahkan penderita pada tempat yang lebih aman.

 

Untuk memindahkan penderita ke tempat yang lebih aman, gunakan kain lebar, atau tandu bila ada, dan pintalah bantuan 3 hingga 4 orang. 1 orang, atau Anda sendiri berada di bagian kepala, memegang bahu dengan telapak tangan Anda, serta merapatkan lengan bawah tangan Anda pada kepala penderita, sehingga saat memindahkan, Anda dapat membantu mengangkat bahu dan kepala dengan posisi tetap stabil. Kemudian 3 hingga 4 orang lainnya memegang masing-masing kain atau tandu pada kanan kiri penderita dan mengangkatnya dengan sama tinggi. Apabila tidak ada kain atau tandu, maka 3 hingga 4 orang lainnya dapat membagi tugas untuk mengangkat dada, perut, pinggang, dan tungkai. Ingat untuk berusaha menjaga badan penderita tetap lurus saat memindahkan.

 

  1. Response atau Memeriksa Kesadaran

Untuk memastikan apakah penderita benar tidak sadarkan diri, Anda dapat menggoncang tubuh penderita sambil berteriak memanggilnya. Apabila penderita tidak memberikan respon, maka diasumsikan penderita tidak sadarkan diri. Saat seperti ini, berteriaklah meminta pertolongan atau tunjuklah seseorang di sekitar Anda untuk menghubungi ambulan.

 

  1. Airway atau Jalan Napas

Selanjutnya periksa jalan napas penderita, karena penderita tidak sadarkan diri, berisiko mengalami sumbatan jalan napas. Pemeriksaan dilakukan dengan  teknik lihat-dengar-rasakan, yaitu dengan memosisikan atau mendorong sudut dagu ke atas, kurang lebih sembilan puluh derajat untuk memastikan jalan nafas bebas dari sumbatan. Dekatkan telinga Anda pada mulut dan hidung penderita untuk mendengarkan suara napas penderita. Arahkan pandangan Anda pada gerak dada penderita untuk melihat apakah terdapat gerakan dada yang tidak sama kanan kiri, atau bahkan tidak didapatkan gerakan sama sekali. Rasakan hembusan napas penderita pada pipi Anda.

 

  1. Breathing atau Pernapasan

Dengan teknik lihat-dengar-rasakan, apabila Anda mendengar suara napas seperti orang berkumur, maka buka mulut penderita dan usap dengan jari Anda, untuk mengeluarkan cairan yang mungkin menyumbat pernapasan penderita dan menyebabkan suara berkumur. Apabila penderita muntah, posisikan miring kepala penderita agar muntahan bisa keluar dan tidak kembali masuk ke saluran pernapasan. Apabila tidak ada tanda-tanda bernapas, maka Anda harus segera memulai pijatan jantung untuk memberikan bantuan hidup dasar

 

  1. Circulation atau Aliran Darah

Pijatan jantung dilakukan dengan menumpuk kedua telapak tangan Anda kanan dan kiri; telapak tangan menghadap ke bawah. Kaitkan jari-jemari Anda untuk mengunci tumpukan telapak tangan Anda. Berlututlah pada samping lengan atas penderita, tempelkan lutut Anda pada lengan penderita, kemudian letakkan tumpukan telapak tangan Anda pada tengah dada penderita, sejajar tengah dada. Jatuhkan berat tubuh Anda sehingga memberikan tekanan pada dada penderita. Kemudian kembalikan posisi tubuh Anda untuk memberikan kesempatan dada kembali mengembang. Lakukan dengan kecepatan 120x/menit, Anda dapat menggunakan metronom yang dapat Anda temukan di internet, atau lakukan dengan cepat sambil tetap memberikan kesempatan pada dada untuk kembali mengembang. Teknik pemijatan ini akan membantu jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Hitung berapa kali pijatan Anda lakukan dengan suara lantang. 30x pijatan dihitung sebagai 1 siklus. Anda dapat bergantian memijat dengan orang lain apabila Anda kelelahan. Jangan memijat secara bersamaan, melainkan lakukan secara bergantian, hingga bantuan medis atau ambulan yang telah dihubungi datang. (RA/STE)

 

Referensi:

https://pertolonganpertama-pertolonganpertama.blogspot.com/2011/01/bantuan-hidup-dasar.html


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store