Tips Cara Merawat Rambut Bayi Baru Lahir

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

233

Lahirnya sang buah hati tentu menjadi hal yang membahagiakan bagi Ibu dan keluarga. Agar bayi dapat tumbuh sehat, ada banyak hal yang harus dipahami oleh Ibu, termasuk salah satunya cara memandikan bayi baru lahir. Pasalnya, kondisi fisik bayi baru lahir masih sangat sensitif, bahkan cenderung belum stabil. Nah, saat memandikan si kecil, Ibu bukan hanya perlu memberikan perhatian khusus pada kulitnya, tapi juga pada rambutnya.

Rambut pada bayi baru lahir tidak selamanya lebat. Biasanya rambut pada bayi baru lahir jarang dan tipis, atau bahkan sama sekali tidak memiliki rambut. Melihat keadaan seperti ini para orang tua berusaha untuk merawat rambutnya agar tetap sehat dan tumbuh. Bahkan beberapa orang tua mungkin merasa khawatir dan cemas ketika mendapati rambut anaknya yang tipis.

Sebaiknya Ibu jangan merasa cemas karena rambut tipis pada bayi baru lahir tidak akan selamanya seperti itu. Dimana rambut tipis pada bayi baru lahir akan bertahan selama kurang lebih 3 sampai 4 bulan. Setelah itu akan rontok, kemudian tumbuh rambut baru yang lebih tebal dan lebat. Perawatan rambut bayi baru lahir harus dilakukan dengan benar dan tepat. Berikut tips cara perawatan rambut bayi baru lahir.

  1. Saat Ibu mau membersihkan rambut bayi, disarankan Ibu membersihkannya menggunakan air hangat. Jika perlu, Ibu dapat menggunakan shampo khusus bayi yang wangi menenangkan dan tentu saja aman digunakan. Jika Ibu khawatir menggunakan sampo, Ibu dapat menggunakan bahan alami yang telah diwariskan secara turun-temurun, seperti daun seledri, minyak kemiri, atau lidah buaya. Jika Ibu menggunakan bahan-bahan alami di atas, ingat untuk memastikan kebersihannya ya! Cuci bersih semua bahan-bahan alami yang akan digunakan sebelum diolah untuk menjadi olesan rambut bayi.
  2. Bersihkan atau keramasi rambut bayi minimal 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Hati-hati saat Ibu membersihkan atau mencuci rambut bayi, karena sampo atau bahan alami yang Ibu gunakan berisiko untuk mengalir dan mengenai mata bayi. Sehingga terasa perih dan membuat bayi menangis. Ibu dapat memulai dengan mengusapkan air hangat terlebih dahulu pada rambut bayi, kemudian melanjutkan dengan sampo atau bahan alami yang akan digunakan sambil memijat ringan kepala bayi. Selanjutnya bilas kembali rambut bayi dengan air hangat, hingga bersih. Jangan lupa untuk mengeringkan rambut bayi dengan handuk agar tidak menyebabkan masuk angin.
  3. Mengingat rambut bayi bari lahir itu sangat tipis, sebaiknya Ibu mencukurnya terlebih dahulu setelah bayi berusia 40 hari. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan rambut selanjutnya menjadi lebih baik. Menjaga rambut bayi tetap pendek juga perlu untuk Ibu lakukan agar tidak membuat bayi risih, mengurangi rasa panas karena rambut terlalu panjang, serta meminimalisir iritasi atau sumbatan keringat dan minyak pada kulit bayi akibat rambut yang terlalu panjang.
  4. Rapikan rambut bayi dengan menggunakan sisir khusus bayi yang lebut dan aman bagi kulit kepala bayi. Hal ini dilakukan untuk menghindari rambut bayi agar tidak kusut dan menghindari rasa sakit ketika disisir.
  5. Apabila Ibu ingin memberikan hiasan-hiasan rambut pada bayi, khususnya bayi perempuan, pilihlah hiasan yang tidak terlalu berat dan tidak berisiko menyebabkan perlukaan. Ibu bisa memilih japit rambut kecil yang ringan untuk disematkan diantara rambut bayi. Ibu juga bisa menggunakan bandana khusus bayi yang tidak terlalu ketat atau topi bayi yang berukuran sesuai dengan kepala bayi, agar nyaman saat dikenakan oleh sang bayi. (RA/STE/CM)

Daftar Pustaka

  1. https://perawatanbayi.com/perawatan-rambut-bayi-baru-lahir
  2. http://penatarambut.com/cara-merawat-rambut-bayi-baru-lahir-agar-hitam-lebat/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store