Tips Memberi Pendidikan Seks Kepada Remaja Di Rumah

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

585

Kesan pertama yang mungkin terlintas di benak Anda adalah rasa canggung ketika mendengar soal pendidikan seks bagi praremaja. Anak usia remaja sudah harus belajar tentang seksualitas, hubungan dengan lawan jenis, serta segala hal yang menyangkut sistem reproduksi pria dan wanita. Jangan sampai anak sudah telanjur mendengar informasi yang salah seputar seks dari sumber yang tidak dapat dipercaya, seperti teman-temannya. Anak juga harus tahu bahwa orangtuanya bisa diajak bicara dan berdiskusi seputar seks, hubungan dengan lawan jenis, serta masalah kesehatan.

Sebagai orangtua, pahamilah bahwa perkembangan diri, kesehatan, dan pertumbuhan anak jauh lebih penting dari rasa canggung yang muncul. Untuk membantu Anda memberikan pendidikan seks bagi praremaja, simak tips-tips berikut ini:

  1. Bangun suasana yang nyaman untuk berdiskusi

Agar tidak terlalu canggung, mulailah dengan pengantar seperti, “Di sekolah, Kakak sudah diajari apa saja? Sudah belajar soal reproduksi belum?”. Dari situ, biarkan pembicaraan mengalir dengan alami. Untuk lebih memancing rasa ingin tahunya, gunakan diri Anda sebagai perbandingan misalnya “Dulu waktu Ayah/ Ibu seusiamu, kami penasaran apa itu mimpi basah dan masturbasi. Kalau kamu bagaimana?”

  1. Jangan berbelit-belit

Kalau Anda bicara berputar-putar, anak akan kehilangan minat dan salah tangkap. Atau ia akan merasa bahwa membicarakan seks itu tabu dan tak pantas.

  1. Memberikan pendidikan seks secara berkala dan bertahap

Tak perlu menjejali anak dengan berbagai hal dalam sekali diskusi. Usahakan untuk membicarakan satu topik tertentu dalam setiap kesempatan. Dengan begitu, anak jadi punya kesempatan untuk menyerap dan mengingat informasi yang didapat.

  1. Membelikan buku soal pubertas, menstruasi, dan seksualitas khusus untuk anak seusianya.

Saat ini sudah banyak tersedia di toko buku berbagai literatur bergambar seputar pendidikan seks yang bisa dipahami anak dengan mudah. Letakkan buku-buku tersebut di kamar anak. Lalu katakan, “Ayah/ Ibu punya buku bagus yang penting untuk kamu baca. Tolong dibaca baik-baik, nanti kalau ada pertanyaan langsung tanya pada Ayah/Ibu.”

Kebutuhan akan pendidikan seks sejak usia remaja semakin diperlukan seiiring dengan perkembangan zaman di mana pergaulan dan akses informasi tidak bisa lagi dibendung. Jika remaja dibekali dengan pendidikan seks yang cukup dan pesan moral yang baik maka kita tidak perlu khawatir akan perkembangan para remaja ini di kemudian hari. (BR/CM)

DAFTAR PUSTAKA

Dianawati, A. 2006. Pendidikan Seks untuk Remaja, Jakarta : Kawan Pustaka


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store