Tips Memberi Pendidikan Seks Menjelang Anak Remaja

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

74

Banyak orangtua menyepelekan pentingnya pendidikan seks bagi praremaja. Anak usia praremaja sudah harus belajar tentang seksualitas, hubungan dengan lawan jenis, serta segala hal yang menyangkut sistem reproduksi pria dan wanita. Jangan sampai anak sudah telanjur mendengar informasi yang salah seputar seks dari sumber yang tidak dapat dipercaya, seperti teman-temannya. Anak juga harus tahu bahwa orangtuanya bisa diajak bicara dan berdiskusi seputar seks, hubungan dengan lawan jenis, serta masalah kesehatan. Jangan tunggu sampai anak menjadi remaja baru memberi pendidikan seks. Untuk membantu Anda memberikan pendidikan seks bagi praremaja, simak tips-tips berikut ini.

  1. Jangan berbelit-belit

Jika Anda bicara berputar-putar, anak akan kehilangan minat dan salah tangkap. Atau ia akan merasa bahwa membicarakan seks itu tabu dan tak pantas. Saat menjelaskan apa itu seks, Anda bisa bilang, “Seks terjadi ketika dua orang dewasa sudah siap (atau sudah menikah) dan saling mencintai. Penis laki-laki akan masuk ke dalam vagina wanita. Kemudian penis akan mengeluarkan cairan yaitu sperma. Sperma akan bertemu dengan sel telur wanita dalam rahim. Kalau ini terjadi, wanita akan hamil.

  1. Bangun suasana yang nyaman untuk berdiskusi

Agar tidak terlalu canggung, mulailah dengan pengantar seperti, “Di sekolah Kakak sudah diajari apa saja? Sudah belajar soal reproduksi belum?” Dari situ, biarkan pembicaraan mengalir dengan alami. Untuk lebih memancing rasa ingin tahunya, gunakan diri Anda sebagai perbandingan misalnya “Dulu waktu Ayah/ Ibu seusiamu, kami penasaran apa itu mimpi basah dan masturbasi. Kalau kamu bagaimana?” Kalau Anda bicara berputar-putar, anak akan kehilangan minat dan salah tangkap. Atau ia akan merasa bahwa membicarakan seks itu tabu dan tak pantas.

  1. Membelikan buku soal pubertas, menstruasi, dan seksualitas khusus untuk anak seusianya.

Saat ini sudah banyak tersedia di toko buku berbagai literatur bergambar seputar pendidikan seks yang bisa dipahami anak dengan mudah. Letakkan buku-buku tersebut di kamar anak. Lalu katakan, “Ayah/ Ibu punya buku bagus yang penting untuk kamu baca. Tolong dibaca baik-baik, nanti kalau ada pertanyaan langsung tanya pada Ayah/ Ibu.”

  1. Kuatkan nilai norma agama dan etika

Norma agama dan etika wajib diajarkan pada anak sejak dini. Selain itu, penguatan nilai norma agama dan etika bisa menghindarkan anak dari pergaulan bebas. Sesekali, ajak putra atau putri Anda untuk menghadiri kajian agama atau seminar mengenai bahaya seks bebas.

  1. Ajarkan pendidikan seks secara berkala dan bertahap

Pendidikan seks tak hanya diajarkan sekali saja. Pendidikan seks wajib diajarkan dengan cara berulang-ulang atau terus menerus agar anak makin memahami konsep sex education. Dalam mengajarkan pendidikan seks pada remaja, orang tua sebaiknya tidak tergesa-gesa dalam mengajarkan konsep apa pun. Ajarkan secara bertahap. Jika anak sudah paham mengenai hal pertama, ajarkan tentang hal kedua. Begitu seterusnya. Pengajaran yang terus menerus akan membentuk penguatan pada ingatan anak remaja mengenai pentingnya menjaga diri sendiri dari perilaku menyimpang.

Kebutuhan akan pendidikan seks sejak usia remaja semakin diperlukan seiiring dengan perkembangan zaman di mana pergaulan dan akses informasi tidak bisa lagi dibendung. Jika remaja dibekali dengan pendidikan seks yang cukup dan pesan moral yang baik maka kita tidak perlu khawatir akan perkembangan para remaja ini di kemudian hari. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA)

DAFTAR PUSTAKA

https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/pendidikan-seks-bagi-praremaja/ 


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store