Tips Mencegah Stunting Sejak Saat Hamil

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

145

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek, jauh dari rata-rata anak lain di usia sepantaran. Tanda-tanda stunting biasanya baru akan terlihat saat anak berusia dua tahun. Namun sebenarnya, stunting mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran.

Stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu karena tidak diberikan ASI eksklusif, atau MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas — termasuk zink, zat besi, serta protein. Untuk mencegah stanting, sebainya dilakukan sejak anak masih dalam kandungan. Berikut tips cara mencegah stunting sejak dalam kandungan.

  1. Konsumsi makanan yang mengandung zat besi

Kekurangan zat besi pada ibu hamil akan menyebabkan terjadinya anemia atau kekurangan darah. Hal ini dikarenakan tubuh ibu hamil yang kekurangan zat besi tadi secara bertahap mengambil zat besi dari penyimpanan yang ada ditubuh. Menurut para ahli, anemia yang diakibatkan oleh kekurangan zat besi di dua trimester pertama dikaitkan dengan risiko dua kali lipat bayi lahir prematur dan tiga kali lipat risiko berat badan lahir rendah. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi pada ibu hamil, disarankan untuk mengonsumsi Daging merah, unggas, dan ikan adalah salah satu sumber zat besi terbaik untuk ibu hamil. Namun, hindari makan ati ayam/kambing/sapi karena kandungan tinggi vitamin A-nya tidak aman selama kehamilan. Anda juga bisa mendapatkan zat besi dari kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian.

  1. Memenuhi kebutuhan asam folat

Peran asam folat amat penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Mengonsumsi asam folat selama kehamilan dapat mengurangi risiko gangguan kehamilan hingga 72 persen. Asam folat membantu mencegah cacat tabung saraf, penyakit bawaan lahir karena gagalnya perkembangan organ bayi, seperti spina bifida dan anencephaly. Untuk memenuhi kebutuhan asam folat, ibu hamil dapat mengonsumsi daging unggas, sayur-sayuran hijau seperti (bayam, asparagus, seledri, brokoli, buncis, lobak hijau, selada, kacang panjang dan wortel), buah-buahan seperti (alpukat, jeruk, buah bit, pisang, tomat, melon jingga) jagung dan kuning telur. Biji-bijian seperti biji bunga matahari (kuaci), gandum dan produk olahan gandum (pasta) juga tinggi kandungan asam folat. Selain itu, ibu hamil disarankan untuk menambah asam folatnya lewat suplemen yang direkommendasikan oleh dokter.

  1. Pemberian ASI eksklusif

Mencegah stunting pada anak bayi dan balita bisa dilakukan dengan memastikan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan pertama setelah lahir dan kalau bisa diteruskan sampai ia berusia 2 tahun. Hal ini karena ASI mempunyai manfaat yang sangat banyak, mulai dari memberi nutrisi bayi, meningkatkan kekebalan tubuh bayi, sampai manfaat untuk perkembangan otak dan tubuhnya. Setelah berusia 6 bulan, bayi mulai bisa dikenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Lauk MPASI dampingan yang terbaik untuk membantu mencegah stunting adalah satu butir telur setiap hari.

Selain tips diatas, hal yang tak kalah penting yaitu selalu menjaga lingkungan yang bersih. menurut Kementrian Kesehatan Indonesia, tubuh pendek juga bisa dicegah dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ini adalah serangkaian upaya yang harusnya dilakukan oleh setiap rumah tangga untuk meningkatkan akses terhadap air bersih dan kebersihan lingkungan. Akses sanitasi yang baik serta pola hidup bersih bisa menurunkan risiko penyakit dan infeksi. Infeksi yang diakibatkan karena masalah kebersihan sangat berkaitan erat dengan masalah kekurangan gizi. Tak jarang, hal ini bisa menyebabkan masalah stunting pada perkembangan janin atau anak saat ia besar nanti. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA)

Daftar Pustaka

https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/mencegah-stunting-pada-anak-sejak-hamil/

https://ibudanbalita.com/artikel/3-cara-mencegah-stunting-sejak-si-kecil-di-dalam


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store