TIPS MENGURANGI NYERI TELINGA SAAT PENERBANGAN

50

Nyeri telinga  menjadi keluhan yang sering dirasakan ketika naik pesawat. Keadaan ini biasanya terjadi saat pilot mulai mengumumkan bahwa pesawat mulai menurun dari ketinggian sebelumnya. Dalam dunia medis, nyeri telinga saat naik pesawat ini dikenal dengan sebutan barotrauma atau aerotitis. Keluhan ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak hingga orang dewasa.

Telinga manusia terbagi menjadi tiga bagian: bagian luar, tengah dan dalam. Pada bagian tengah, terdapat ruangan berisi udara yang terhubung dengan hidung dan tenggorok melalui sebuah saluran yang disebut tuba eustachius. Pada kondisi normal, udara di dalam telinga tengah akan bergerak ke tuba eustachius untuk menyeimbangkan keadaan telinga tengah dengan tekanan udara sekitar. Namun, proses tersebut akan mengalami hambatan ketika Anda berada di pesawat yang hendak mendarat. Sebab, penurunan ketinggian pesawat akan menyebabkan tekanan dalam kabin meningkat, dengan tekanan udara di telinga relatif lebih rendah. Hal ini mengakibatkan gendang telinga tertarik ke dalam dan meregang, sehingga tuba eustachius akan gagal membuka. Pada akhirnya, Anda akan merasakan keluhan nyeri telinga.

Sebagian besar kasus nyeri telinga saat naik pesawat tidaklah berbahaya hanya membuat perjalanan Anda sedikit tidak nyaman. Begitu Anda mendarat dan sampai di daratan, kondisi telinga akan perlahan kembali seperti semula. Meski begitu dalam kasus yang jarang terjadi, perubahan tekanan yang sangat tinggi dan drastis dapat menyebabkan sakit telinga parah dan kehilangan pendengaran karena gendang telinga pecah

Untuk menghindari risiko kerusakan pendengaran, Anda perlu mengambil tindakan pencegahan, sebelum, selama, dan setelah penerbangan Anda. Anda dapat melakukan beberapa tips seperti dibawah ini, untuk mengurangi rasa nyeri saat penerbangan.

  • Kunyah permen karet, keripik, atau permen keras. Gerakan mengunyah dan menelan akan membantu telinga mengatur keseimbangan tekanan udara.
    • Tutup mulut dan cubit cuping hidung Anda dengan jari telunjuk dan ibu jari. Kemudian, denguskan udara kuat-kuat lewat hidung. Trik ini membantu membuka tuba Eustachius yang tersumbat, sehingga tekanan udara dalam telinga kembali stabil. Lakukan berkali-kali sampai Anda merasa baikan. Namun, jangan lakukan ini jika Anda sedang pilek atau flu, karena hanya akan mendorong kuman masuk menuju telinga dalam.
    • Jika cara di atas tidak berhasil, coba tutup mulut dan cubit hidung Anda kemudian telan ludah beberapa kali sampai telinga terasa membaik.
    • Jika Anda sedang mengalami infeksi saluran napas atas atau infeksi telinga, sebaiknya hindari berpergian menggunakan pesawat. Bila sangat harus, konsultasikan diri Anda ke dokter terlebih dahulu. Tindakan ini dilakukan agar Anda bisa mendapatkan obat tetes hidung dengan kandungan dekongestan atau vasokonstriktor, yang dapat digunakan 30-60 menit sebelum lepas landas atau mendarat. Tapi, jangan gunakan cara ini jika Anda menderita penyakit jantung atau hipertensi.
    • Jika Anda naik pesawat bersama bayi, susuilah si Kecil saat pesawat hendak lepas landas atau mendarat.

Jangan biarkan nyeri telinga saat naik pesawat mengganggu kenyamanan perjalanan udara Anda. Lakukan tips di atas untuk mengatasinya atau konsultasikan dengan dokter tentang apa yang Anda rasakan. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA)

Daftar Pustaka

 Esmer E, Pavlovich J. How to Protect your Ears During an Airplane Flight. The Portland Clinic: 1

 Kaya Z, Tuncez A. Adverse Cardiac Effects of Decongestant Agents. European Journal of General Medicine. 2013 (1): 32-35