TIPS MENJAGA KESUBURAN PRIA

15

Kebanyakan pasangan hanya memerhatikan masalah kesuburan wanita ketika mengalami kendala dalam menginginkan keturunan. Namun, pria juga memiliki peran penting dalam hal ini. Kesehatan dan kesuburan pria juga perlu diperhatikan untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.

Tubuh pria membuat sel-sel kecil yang disebut sperma. Saat berhubungan seks, ejakulasi mentransferkan sperma ke tubuh wanita. Sistem reproduksi pria membuat, menyimpan, dan mengangkut sperma. Bahan kimia dalam tubuh Anda yang disebut hormon mengendalikan ini. Sperma dan hormon seks pria (testosteron) dibuat di 2 testis. Testis ada di dalam skrotum, kantung kulit di bawah penis. Sperma meninggalkan testis, dan masuk ke tabung di belakang masing-masing testis. Tabung ini disebut epididimis. Persis sebelum ejakulasi, sperma melakukan perjalanan dari epididimis ke vas deferens. Setiap vas deferens mengarah dari epididimis ke belakang kandung kemih Anda di panggul. Disana, setiap vas deferens bergabung dengan saluran ejakulasi dari vesikula seminalis. Saat Anda ejakulasi, sperma bercampur dengan cairan dari prostat dan vesikula seminalis, dan membentuk air mani. Semen kemudian bergerak melalui uretra dan keluar dari penis. Pembuahan terjadi ketika gen, kadar hormon, dan kondisi lingkungan berada dalam kondisi yang optimal

Apa saja yang mempengaruhi masalah kesuburan pria?

Beberapa perubahan gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan penurunan kesuburan pria, diantaranya:

  • Merokok, alkohol dan penyalahgunaan obat.
  • Kelebihan berat badan
  • Kondisi medis tertentu seperti infeksi, varikokel, tumor, testis yang tidak turun.
  • Ketidakseimbangan hormonal
  • Penyumbatan pada saluran yang mengalirkan sperma.

Bagaimana cara menjaga kesuburan pria?

Berikut tips untuk menjaga kesuburan pria, diantaranya:

  • Jangan merokok. Pria yang merokok cenderung memiliki jumlah sperma yang rendah.
  • Batasi atau hindari konsumsi alkohol. Minum berlebihan dapat menyebabkan penurunan produksi testosteron, impotensi dan penurunan produksi sperma.
  • Hindari konsumsi obat-obatan terlarang.
  • Jaga berat badan tetap ideal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan indeks massa tubuh (BMI) terkait dengan penurunan jumlah sperma dan pergerakan sperma.
  • Makanlah makanan yang sehat. Pilih banyak buah dan sayuran, yang kaya akan antioksidan – dan mungkin membantu meningkatkan kesehatan sperma.
  • Jangan melakukan tindakan vasektomi.
  • Cekah infeksi menular seksual. Jangan melakukan hubungan seks yang tidak sehat atau berganti pasangan seksual. Infeksi merupakan salah satu penyebab infertilitas pada pria.
  • Hindari hal-hal yang menyebabkan paparan panas yang berkepanjangan untuk testis. Peningkatan suhu skrotum dapat menghambat produksi sperma.
  • Kendali stress. Stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma.
  • Hindari paparan pestisida, logam berat, dan racun lainnya. Paparan pestisida, timbal dan racun lainnya dapat memengaruhi kuantitas dan kualitas sperma. Kenakan pakaian dan peralatan pelindung, dan hindari kontak kulit dengan bahan kimia saat Anda bekerja. (PP/PAY)

Referensi:

  • NHS. 2017. How can I improve my chances of becoming a dad?
  • Mayo Clinic. 2018. Healthy sperm: Improving your fertility
  • Mayo Clinic. 2108. Male Infertility.
  • Urology Care Foundation. Male Infertility.