Tips Menyusui Kembali Setelah Sempat Berhenti

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

145

Proses menyusui tidak selalu berjalan mulus. Dalam perjalanannya, bisa saja ada beberapa hambatan yang membuat ibu berhenti menyusui selama beberapa waktu. Berhentinya proses menyusui bisa disebabkan karena berbagai alasan. Misalnya saja ibu tidak mendapat dukungan menyusui dari orang-orang terdekat, atau bayi tidak mau menyusu langsung karena sudah diberikan susu formula lewat botol. Nah, bagi Anda yang ingin menyusui kembali si kecil setelah sempat berhenti, Anda dapat melakukan tips seperti berikut:

  1. Hentikan total penggunaan dot dan botol

Berikan susu atau makanan lain dengan menggunakan gelas atau sendok. Hal ini dilakukan agar si kecil dapat lupa pada dotnya, tidak bingung puting, dan mau mengisap payudara ibu lagi.

  1. Tempelkan puting ibu pada mulut si kecil

Jika si kecil mau menghisap, cobalah menyusuinya setiap dua jam minimal selama 15 – 20 menit sekali. Tapi, jika si kecil belum tertarik, jangan memaksa. Coba lagi ketika dia terlihat senang maupun mengantuk. Semakin sering memberikan ASI secara langsung, semakin besar kemungkinan ASI dapat lancer kembali.

  1. Lakukan kontak langsung antara kulit ibu dengan si kecil

Hal ini berguna untuk merangsang refleks secara alami dan tentu saja mempererat ikatan antara ibu dan anak. Ibu dapat memulainya dengan mencoba mandi bersama si kecil, kemudian menggendongnya menempel didekat payudara seperti yang Anda lakukan ketika si kecil baru saja dilahirkan.

  1. Oleskan ASI pada puting

Sebelum ibu menempelkan puting ibu kemulut si kecil, cobalah oleskan ASI pada puting. Hal ini dilakukan untuk menggugah selera si kecil. Selain itu, bila alasan ibu berhenti menyusui adalah karena lecet yang terjadi pada puting, ASI yang dioleskan pada puting dapat membantu mempercepat penyembuhan lecet pada puting.

  1. Perbaiki posisi saat mau menyusui si kecil

Cari posisi yang tepat dan nyaman untuk ibu dan bayi. Jika si kecil merasa tidak nyaman dengan posisinya (biasanya karena tidak terbiasa disusui), maka sediakan waktu untuk berdekatan lebih lama. Jangan lupa juga untuk selalu berkomunikasi dengan bayi. Ajak bayi bicara tentang proses relaktasi yang harus dilalui bersama. Pastikan pula bahwa perlekatan antara mulut bayi dan puting terpasang dengan benar, agar produksi ASI dapat maksimal, bayi tidak kelelahan menyesap, dan puting ibu tidak lecet.

  1. Konsumsi makanan yang dapat memperbanyak produksi ASI, atau Anda dapat berkonsultasi dengan dokter tentang suplemen yang dapat meningkatkan produksi ASI.

Sebelum memulai relaktasi, Anda harus ingat bahwa relaktasi dapat dilakukan dengan diawali niat yang kuat untuk kembali menyusui. Ajak suami dan anggota keluarga serta orang-orang terdekat untuk mendukung Anda melakukan relaktasi. Semakin muda usia bayi, semakin mudah pula relaktasi dilakukan. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/STE/CM)

Daftar Pustaka

  1. https://id.theasianparent.com/cara-relaktasi/
  2. Healthy Children (2012). American Academy of Pediatrics. Relactation.
    Breastfeeding (2016). Australian Breastfeeding Association. Relactation and adoptive breastfeeding.
  3. Huggins, K. Baby Center. How do I breastfeed once my milk has dried up (relactation)?
    Web MD (2017). What Is Relactation? https://alodokter.com/relaktasi-cara-menyusui-kembali-setelah-sempat-berhenti

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store