Toilet duduk adalah sumber penyebaran infeksi, apakah benar?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

153

Toilet merupakan sebuah fasilitas yang penting dalam kesehatan sistem pencernaan. Di seluruh dunia ini ada dua jenis toilet yaitu toilet kering dan toilet basah, jenis toilet yang paling umum ditemui adalah toilet siram yang merupakan jenis dari toilet basah. Selain pembagian itu, ada pembagian lain yaitu toilet duduk dan toilet jongkok. Jenis yang paling umum ditemui saat ini di masyarakat, terutama di perkotaan adalah toilet duduk. Semakin majunya penyebaran informasi kesehatan, saat ini muncul ketakutan terhadap penyebaran infeksi melalui fasilitas vital ini, apakah benar kekhawatiran ini ataukan hanya ketakutan akibat hoax belaka? Mari simak artikel berikut untuk memahami lebih dalam.

Bakteri dan virus yang tersembunyi di balik teknologi canggih

Banyak orang mungkin tidak mengira bahwa menggunakan toilet memiliki resiko penyebaran mikroba. Hal ini tidak hanya terbatas pada jenis kelamin tertentu, para ahli mengatakan bahwa pada laki-laki dan perempuan penggunaan toilet dapat mengakibatkan penularan infeksi. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Beberapa jenis virus dapat bertahan di udara bahkan setelah toilet disiram dan penyebaran infeksi dapat terjadi dengan cara inhalasi (menghirup). Selain itu, beberapa jenis bakteri dan virus dapat adsorpsi ke permukaan porselen toilet, sehingga walaupun telah dibilas berulang kali, mikroba ini tetap dapat bertahan. Sebuah fakta yang mengejutkan bukan?

Selain itu, jika tidak dibersihkan secara rutin, toilet dapat menjadi sumber tersembunyi untuk infeksi. Kemampuan dalam penularan bakteri relatif terkait dengan struktur toilet dan toilet yang lebih sulit untuk dicuci dan dibersihkan lebih mungkin untuk menjadi pusat penularan infeksi. Maka penting bagi kita untuk selalu menjaga kebersihan toilet yang kita gunakan, baik di rumah maupun di tempat publik.

Benarkah toilet duduk dapat menjadi media penularan penyakit?

Bahaya yang terkait dengan penggunaan toilet meliputi; infeksi bakteri, jamur dan virus. Beberapa sumber pencemaran yang didapatkan dari toilet duduk meliputi kulit, tinja dan urin. Para ahli telah menemukan bahwa bakteri yang banyak ditemukan di toilet adalah Salmonella species, Escherichia coli, Proteus species, dan Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut mungkin sebagai akibat dari kontaminasi tinja di kursi toilet atau kurangnya rutinitas pembersihan yang tepat.

Banyaknya bakteri yang dikultur dari hasil usapan pada toilet sejatinya tidak mencerminkan jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui penggunaan toilet duduk ini. Secara teori banyak penyakit yang mungkin dapat ditularkan, namun secara realistis, toilet duduk memiliki risiko yang relatif rendah dibandingkan dengan banyak permukaan dalam kamar mandi lainnya. Jika Anda menghawatirkan penyebaran penyakit menular seksual, maka ada baiknya untuk mulai bernapas lega, karena tidak ada bukti medis ataupun penelitian yang menyatakan bahwa seseorang dapat tertular penyakit menular seksual ataupun penyakit lain dari toilet duduk. Wajar jika Anda merasa khawatir, karena hoax/mitos ini telah bertahan selama beberapa generasi, namun setelah membaca artikel ini seharusnya Anda bisa bernapas lebih lega.

Saya ingin tetap merasa aman, apa yang harus saya lakukan?

  1. Tisu antiseptik telah terbukti mengurangi kuman di kursi toilet hingga 50 kali lipat. Meski begitu, bahaya kuman pada dudukan toilet ini termasuk minimal kecuali kuman masuk ke luka terbuka atau dibawa dengan tangan ke mulut, hidung atau mata. Sejatinya kulit yang utuh (tanpa luka) adalah penghalang kuman yang efektif, dan kulit pantat dan kaki relatif tebal, sehingga dapat menjadi pelindung yang baik.
  2. Cuci tangan dengan sabun dan air dengan hati-hati adalah pertahanan terbaik. Tetapi penelitian swab tangan menunjukkan bahwa banyak permukaan kamar mandi, seperti pegangan flush, handel pintu, dan sebagainya lebih kotor daripada tempat duduk. Ada baiknya untuk menggunakan tisu untuk menyentuh permukaan kamar mandi lain termasuk pintu keluar.

Jadi, apakah toilet duduk merupakan media penularan penyakit menurut Anda? (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Mohammadjavad Mahdavinejad, Mohammadreza Bemanian, Saeed Farmahin Farahani, Ali Tajik. 2011. ROLE OF TOILET TYPE IN TRANSMISSION OF INFECTIONS, Academic Research International, Volume 1, Issue 2, September 2011.
  2. Ofonime M. Ogba, Obio M. Obio. Microbial Spectrum on Public Toilet Seats. Annals of Microbiology and Infectious Diseases, Volume 1, Issue 1, PP 58-62, tersedia di https://sryahwapublications.com/annals-of-microbiology-and-infectious-diseases/pdf/v1-i1/9.pdf
  3. DONALD G. MCNEIL JR. Ask Well: Catching Disease From a Toilet Seat. The New York Times, dapat diakses melalui https://well.blogs.nytimes.com/2015/06/08/ask-well-what-diseases-can-i-get-from-a-toilet-seat/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store