Trauma Perut

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

142

Trauma abdomen merupakan cedera yang terjadi pada perut. Trauma abdomen bisa dikenali dari tanda dan gejalanya, yaitu perut terasa nyeri dan kaku, serta ada memar pada bagian luar perut. Cedera yang satu ini bisa menimbulkan infeksi dan kehilangan darah yang parah.

Setidaknya ada dua jenis trauma abdomen yang dikenal dalam dunia medis, yaitu trauma tumpul dan trauma tusuk.

  • Trauma tumpul abdomen disebabkan oleh tekanan (pukulan langsung, pukulan tidak langsung, sabuk pengaman, dan lain sebagainya) atau tenaga/gaya yang melambat. Pada trauma abdomen tumpul, organ yang paling sering rusak adalah limpa dan hati.
  • Trauma tembus abdomen disebabkan oleh luka tembak, pecahan peluru, atau luka tusuk yang memasuki rongga perut.

Trauma abdomen tumpul adalah penyebab utama kematian pada semua kelompok umur. Hal tersebut terjadi karena tanda-tanda cedera pada trauma jenis ini terkadang tidak muncul selama pemeriksaan dan pengobatan awal. Bisa juga karena pemeriksaan awal tidak akurat.

Mayoritas kasus trauma abdomen tumpul disebabkan oleh tabrakan antar kendaraan bermotor, atau ketika kendaraan bermotor menabrak pejalan kaki. Selain itu, trauma abdomen tumpul juga dapat disebabkan oleh perut yang dipukul atau terpukul, jatuh dari ketingian, kekerasan pada anak, dan kekerasan dalam rumah tangga. Limpa dan hati merupakan organ yang paling sering mengalami cedera akibat trauma tumpul abdomen, meski organ lain dalam rongga perut juga dapat mengalami cedera. Pada pasien dengan trauma abdomen tumpul, tanda-tanda atau gejala cedera bisa dilihat dari apakah pasien merasakan sakit di bagian perut terutama bila ditekan dan adanya bukti iritasi pada dinding perut.

Kondisi trauma abdomen seringkali merupakan kasus kegawatdaruratan yang harus segera ditangani. Hal ini disebabkan oleh kemampuan rongga perut menampung banyak volume darah bila terjadi perdarahan dalam perut. Padahal, apabila perdarahan terjadi secara terus menerus dan tidak dihentikan, seseorang dapat mengalami syok, kekurangan darah, kehilangan kesadaran, hingga kematian mendadak.

Disamping itu, trauma abdomen tumpul seringkali disertai gejala yang minimal. Gejala yang mungkin muncul hanyalah nyeri, sedang tanda memar mungkin tidak terlalu nampak atau bahkan tidak nampak sama sekali, sehingga seringkali disepelekan dan luput dari perhatian.

Berbeda dengan trauma abdomen tumpul yang gejalanya minimal, trauma tembus abdomen memiliki gejala yang labih terlihat. Salah satunya adalah didapatkan luka terbuka pada dinding perut atau darah yang keluar dari dinding perut. Apabila Anda melihat seseorang mengalami trauma tembus abdomen atau Anda sendiri mengalaminya, segera tekan sumber perdarahan dengan kain sambil segera menuju ke rumah sakit.

Jangan ragu untuk pergi ke rumah sakit dengan segera dan memeriksakan kondisi tubuh dengan segera, agar dapat mendeteksi apakah ada trauma abdomen atau trauma lainnya yang mengancam nyawa. (EDA/STE)

Sumber :


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store