Traveling Ke Daerah Endemis Malaria

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

147

Daerah Indonesia bagian timur seperti NTT, Papua dan Maluku bisa menawarkan pemandangan yang indah. Tak heran, mulai banyak wisatawan yang berkunjung ke daerah sana. Namun perlu diingat, daerah timur Indonesia masih merupakan daerah endemis malaria; daerah yang banyak terjadi kasus malaria dan berpotensi menularkan malaria.

Malaria telah lama menjadi endemis di Indonesia, terutama di beberapa daerah seperti Indonesia Timur. Menurut data Kemenkes, di Indonesia ada 417.819 kasus positif malaria pada tahun 2012, dan menurun hampir setengahnya pada tahun 2017 menjadi 261,271 kasus.

Pada daerah yang endemis malaria, sistem pertahanan tubuh warga lokal telah beradaptasi dengan parasit penyebab malaria, sehingga meski ada parasit penyebab malaria di dalam tubuh mereka, tidak ada gejala malaria yang muncul. Meski tanpa gejala, parasit malaria tetap bisa ditularkan melalui Anopheles sp. saat nyamuk ini menghisap darah yang mengandung parasit malaria dari warga lokal. Pada pendatang atau turis seperti kita, dengan sistem pertahan tubuh yang belum terbiasa, penularan parasit malaria dalam tubuh kita dapat menyebabkan gejala hingga berujung pada kematian.

Suhu yang hangat dan genangan air, baik tawar maupun payau, merupakan tempat terbaik berkembang biaknya nyamuk Anopheles sp. Sayangnya, daerah-daerah seperti ini umumnya justru menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Untuk itu, bagi kamu yang hendak traveling ke daerah timur Indonesia, termasuk jika mau backpacker-an, Kementerian Kesehatan punya pesan agar terhindar dari malaria. Sehingga risiko terkena malaria, membawa pulang parasit penyebab malaria, dan menularkan malaria dari daerah endemis malaria bisa dihindari.

  • Hal paling baik yang dilakukan adalah mencegah jangan sampai digigit nyamuk, Banyak cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari gigitan nyamuk diantaranya dengan menggunakan obat nyamuk atau lotion anti nyamuk ketika tidur dan menggunakan kelambu.
  • Sebisa mungkin untuk tidak keluar malam untuk menghindari gigitan nyamuk.
  • Minum obat sebelum pergi ke tempat endemis malaria, obat ini harus menggunakan resep dokter. Obat ini harus diminum sebelum tiba di daerah endemis, selama di daerah endemis dan 4 minggu setelah kembali dari daerah endemis malaria. Namun, minum obat bukan langkah utama mencegah malaria, menghindari gigitan nyamuk adalah yang utama.
  • Temui dokter untuk mendapatkan tips pencegahan malaria, sebab kondisi malaria di setiap tempat berbeda-beda sehingga jenis obat yang diperlukan pun berbeda, selain itu reaksi tubuh terhadap obat tertentu juga berbeda.

Demikian beberapa tips yang dapat diberikan jika kita hendak traveling ke daerah endemis malaria. Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar malaria, Anda dapat menghubungi dokter kami melalui aplikasi Pakdok yang dapat diunduh melalui Playstore atau Appstore. (EDA/STE/CM)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store