TRIKOMONIASIS: INFEKSI MENULAR SEKSUAL AKIBAT PARASIT

80

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi dari parasit Trichomonas vaginalis (Tv). Penyakit ini dapat menyerang pria dan wanita, namun wanita muda yang aktif secara seksual lebih rentan tertular. Penyakit ini menular melalui hubungan intim. Infeksi ini tidak fatal tetapi dapat memicu komplikasi, seperti ketidaksuburan, infeksi jaringan kulit vagina (selulitis) pada wanita. Pada pria, menyebabkan tersumbatnya saluran kencing. Infeksi pada masa kehamilan dapat mengakibatkan kelahiran prematur dan berat badan bayi yang ringan.

Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa yang disebut Trichomonas vaginalis, yang ditemukan di manapun. Trichomonas vaginalis ditularkan selama berhubungan seksual. Gejala infeksi biasanya muncul sekitar 5 hingga 28 hari setelah tertular. Namun tidak semua jenis hubungan seks bisa menularkan trikomoniasis. Penyakit ini tidak bisa menular dengan seks oral, seks anal, ciuman, dan berbagi pemakaian alat makan, dudukan toilet, atau handuk. Risiko trikomoniasis akan meningkat jika:

  • Berhubungan seks tanpa kondom.
  • Sering berganti-ganti pasangan.
  • Pernah mengalami trikomoniasis sebelumnya.
  • Memiliki riwayat penyakit menular seksual

Jika terjadi pada wanita, trikomoniasis berdampak pada vagina dan saluran pembuangan urine. Sedangkan pada pria, trikomoniasis menyerang uretra, area penis (misalnya kulup), dan kelenjar prostat.

Gejala yang bisa dialami oleh wanita, antara lain:

  • Bagian perut bawah terasa sakit.
  • Muncul rasa sakit atau tidak nyaman saat buang air kecil atau berhubungan intim.
  • Cairan Miss V yang diproduksi dalam jumlah lebih banyak bisa kental, encer, atau berbusa. Keputihan bisa berwarna kekuningan atau kehijauan dan berbau amis.
  • Timbul rasa nyeri, bengkak dan gatal di area kewanitaan. Kadang gatal juga muncul di bagian paha dalam.

Sedangkan gejala yang bisa dialami oleh pria meliputi:

  • Frekuensi buang air kecil lebih sering dari biasanya, dan disertai rasa sakit.
  • Muncul cairan putih dari Mr P.
  • Muncul rasa sakit, bengkak, dan kemerahan di area ujung Mr P bahkan dapat muncul saat ejakulasi.

Seorang yang dicurigai mengalami trikomoniasis akan dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan sampel cairan vagina pada wanita atau urine pada pria di laboratorium. Sekarang telah tersedia metode tes baru yang lebih cepat, yakni rapid antigen test dan nucleic acid amplifcation. Namun keduanya memerlukan biaya yang lebih mahal dibandingkan pemeriksaan cairan secara manual di laboratorium.

Jika hasil pemeriksaannya menyatakan hasilnya positif terinfeksi trikomoniasis, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk membunuh parasit. Dokter akan meresepkan obat ini dalam dosis tertentu untuk dikonsumsi selama 5-7 hari. Sebaiknya obat ini dikonsumsi seperti saran dokter dan dihabiskan, agar proses penyembuhan terjadi secara maksimal.

Selama masa pengobatan, pasien diminta untuk menghindari hubungan seksual sampai dinyatakan sembuh oleh dokter. Pasien juga wajib menghindari konsumsi alkohol selama 24 jam setelah mengonsumsi antibiotik yang diberikan, karena alkohol bisa menyebabkan mual dan muntah.

Penyakit ini menular melalui hubungan seksual, jadi salah satu cara untuk mencegah penyakit ini adalah dengan cara Setia kepada satu pasangan dan tidak berganti-ganti pasangan hubungan intim. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/STE)

Daftar Pustaka

NHS Choices UK (2015). Health A-Z. Trichomoniasis. 

Ferri, Fred. Ferri’s Netter Patient Advisor. Philadelphia, PA: Saunders / Elsevier, 2012.