Trikomoniasis

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

274

Trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit yaitu Trichomonas vaginalis. Penyakit ini merupakan infeksi yang sangat umum terjadi. Tapi apakah kamu tahu ataukah pernah mendengar tentang infeksi tersebut? Nah, penting untuk kamu  mengenal dan mengetahuinya, khususnya para wanita. Kenapa? Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut.

Pengertian Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual atau juga sering disebut infeksi menular seksual. Penyakit ini paling sering menyerang wanita, khususnya wanita muda yang aktif secara seksual. Meski laki-laki juga dapat terinfeksi, namun seringkali tidak menimbulkan gejala pada laki-laki. Trikomoniasis terjadi saat berusia 16 – 35 tahun.

Pada wanita, trikomoniasis menyerang bagian vagina dan saluran pembuangan kencing. Sedangkan pada pria, trikomoniasis menyerang saluran kencing, area penis (misalnya kulup), dan kelenjar prostat.

Penularan Trikomoniasis

Trikomoniasis tidak menyebar melalui kontak fisik normal seperti memeluk, mencium, berbagi makanan, atau duduk di kursi toilet. Selain itu, tidak dapat menyebar melalui kontak seksual yang tidak melibatkan alat kelamin. Trikomoniasis menular melalui:

  1. Seks vagina, oral, atau anal:

Trikomoniasis dapat menyebar bahkan jika tidak ada gejala. Ini berarti kamu bisa mendapatkan trikomoniasis dari seseorang yang tidak memiliki tanda atau gejala.

  1. Sentuhan alat kelamin. Seorang pria tidak perlu melakukan penetrasi untuk menularkan trikomoniasis. Trikomoniasis juga dapat ditularkan antara wanita yang berhubungan seks dengan wanita, selama alat kelamin keduanya bersentuhan.

Gejala Trikomoniasis

Trikomoniasis seringnya tidak memiliki gejala. Dilaporkan bahwa hanya 30% orang dengan trikomoniasis melaporkan gejala. Sedangkan dalam penelitian lainnya sekitar 85% wanita yang terkena tidak memiliki gejala apa pun. Namun, kalaupun terdapat tanda atau gejala, maka gejala akan muncul 5 – 28 hari setelah terinfeksi. Gejala tersebut meliputi:

  1. Gejala pada wanita:
    1. Keputihan, yang sering berbau busuk – yang mungkin berwarna putih, abu-abu, kuning atau hijau
    2. Bercak vagina atau perdarahan
    3. Kemerahan genital, terbakar, dan gatal
    4. Sering ingin buang air kecil
    5. Nyeri dengan buang air kecil atau hubungan seksual
    6. Nyeri perut bagian bawah (ini jarang terjadi)
  1. Gejala pada pria:
  2. Iritasi di dalam penis
  3. Terbakar saat buang air kecil atau setelah ejakulasi
  4. Cairan keluar dari penis, dapat berupa lendir atau nanah
  5. Nyeri perut bagian bawah (ini jarang terjadi)
  6. Dorongan untuk sering buang air kecil

Jika kamu berpikir kamu atau pasangan kamu mungkin mengalami trikomoniasis, maka kamu atau pasangan perlu menemui dokter sesegera mungkin.

Faktor Risiko Trikomoniasis

Trikomoniasis lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria, dan 2,3 juta wanita dengan infeksi adalah antara usia 14 dan 49 tahun. Risiko infeksi dapat meningkat dengan beberapa faktor berikut:

  1. Banyak pasangan seksual
  2. Riwayat Infeksi menular seksual lainnya
  3. Infeksi trikomoniasis sebelumnya
  4. Berhubungan seks tanpa kondom

Komplikasi Trikomoniasis

Wanita hamil yang memiliki trikomoniasis mungkin:

  1. Prematur
  2. Mempunyai bayi dengan berat badan lahir rendah
  3. Mentransmisikan infeksi ke bayi saat ibu melahirkan
  4. Trikomoniasis juga dapat membuat wanita mudah untuk terinfeksi HIV/AIDS

Pengobatan Trikomoniasis

Trikomoniasis dapat disembuhkan dengan antibiotik. Jangan minum alkohol apa pun selama Anda atau pasangan Anda mengonsumsi antibiotik dari dokter untuk pengobatan trikomoniasis. Karena interaksi antara alkohol dengan antibiotik tersebut dapat menyebabkan mual dan muntah yang parah. Hindari kontak seksual selama seminggu sampai infeksi sembuh. Atau lakukan pengobatan bersamaan antara Anda dan pasangan Anda, agar rantai penularan dapat diputus meski Anda dan pasangan Anda tetap dapat berhubungan seksual. Dokter juga mungkin akan memeriksa kembali infeksi ini dari dua minggu hingga tiga bulan setelah pengobatan untuk memastikan infeksi tidak kembali lagi. Trikomoniasis yang tidak diobati, maka akan terjadi selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

Pencegahan Trikomoniasis

Seperti infeksi menular seksual lainnya, satu-satunya cara untuk mencegah trikomoniasis adalah menghindari seks bebas dan bergonta-ganti pasangan. Untuk menurunkan risiko terkena infeksi, maka gunakan kondom dengan benar setiap kali melakukan hubungan seks. (LM/STE)

Referensi

  1. Cold, F., Health, E., Disease, H., Management, P., Conditions, S., & Problems, S. et al. (2018). What Is Trichomoniasis? What Causes It?. Retrieved from https://webmd.com/sexual-conditions/guide/trichomoniasis#2
  2. Trichomonas Infection: Symptoms, Diagnosis, & Treatment. (2018). Retrieved from https://healthline.com/health/trichomonas-infection#outlook
  3. Trichomoniasis – Symptoms and causes. (2018). Retrieved from https://mayoorg/diseases-conditions/trichomoniasis/symptoms-causes/syc-20378609

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store