Tuberkulosis Usus

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

212

Tuberkulosis usus, istilah yang mungkin masih terdengar asing. Ya, tuberkulosis ini sama dengan tuberkulosis paru namun terdapat di usus. Nah, untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasan artikel berikut:

Definisi

Tuberkulosis usus atau tuberkulosis kolon adalah infeksi usus besar yang disebabkan oleh bakteri yang sama yang menyebarkan bentuk tuberkulosis yang lebih umum. Bakteri tersebut adalah Mycobacterium tuberkulosis. Bakteri ini biasanya menginfeksi paru-paru, tetapi dapat mempengaruhi organ apapun, termasuk kelenjar getah bening, tulang, otak, dan usus.

Tidak seperti gejala tuberkulosis paru yang khas dengan batuk lamanya, gejala yang terjadi pada tuberkulosis usus ini seringkali tidak jelas. Mulai dari gejala kelelahan, penurunan berat badan, diare, demam, berkeringat, perdarahan dari saluran pencernaan ditandai dengan muntah atau BAB darah, rasa sakit pada perut, benjolan pada perut, dan rasa tidak nyaman. Gejala yang tidak khas ini sering dikatakan sebagai penyakit usus lainnya, seperti penyakit Crohn. Ini menyebabkan tuberkulosis usus sering tidak didiagnosis, sehingga penyakit tuberkulosis usus berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.

Penyebab

Bakteri ini baru akan menunjukkan gejala saat sistem pertahanan tubuh menurun. Faktor penyebab tuberkulosis usus ini antara lain:

  1. Kekurangan gizi
  2. Penyakit-penyakit menahun seperti penyakit gula (diabetes)
  3. Kebiasaan minum alkohol
  4. Pemakaian obat-obatan
  5. Sistem imun tubuh yang melemah

Gejala

Berikut beberapa gejala penyakit tuberkulosis usus:

  1. Sakit/nyeri perut
  2. Adanya benjolan di dalam perut
  3. Susah buang air besar
  4. Radang usus buntu
  5. Perut kembung
  6. Berkeringat ketika malam
  7. Demam
  8. Nafsu makan menurun
  9. Penurunan berat badan
  10. Muntah, dapat disertai darah
  11. Mencret disertai rasa sakit di perut dan dapat pula disertai darah
  12. Adanya penyumbatan usus sehingga bagian usus tertentu membesar di bagian perut kanan bawah

Penanganan

Tuberkulosis usus dapat ditangani dengan menggunakan obat antituberkulosis. Obat ini baik diberikan kepada penderita yang bakteri penyakitnya telah ditemukan atau belum. Obat antituberkulosis untuk tuberkulosis usus ini sama dengan obat untuk tuberkulosis paru. Pemberian obat tuberkulosis berlangsung cukup lama sampai penderita dianggap sembuh. Hal ini tentu dibarengi dengan kepatuhan pasien dalam minum obat.

Dalam pengobatannya, setelah 2 minggu mengonsumsi obat, biasanya gejala penyakit tuberkulosis usus akan menurun, nafsu makan akan berubah lebih baik, dan pasien akan merasa tubuhnya menjadi lebih sehat. Meski sudah merasa sehat, sebaiknya pasien tetap melanjutkan konsumsi obat antituberkulosis sesuai anjuran dokter. Jangan sampai pasien menghentikan konsumsi obat antituberkulosis secara sepihak tanpa konsultasi terlebih dahulu pada dokter, karena hal ini dapat menyebabkan bakteri penyebab tuberkulosis usus berkembang lagi dan menjadi lebih kuat atau lebih susah disembuhkan daripada sebelumnya. Bila Anda ingin menghentikan obat antituberkulosis Anda karena merasa bahwa Anda sudah sembuh, coba konsultasikan dengan dokter Anda, agar Anda tahu sampai kapan obat antituberkulosis Anda dapat dihentikan. (LM/STE)

Referensi

Gejala dan Pengobatan Penyakit TBC Usus. (2018). Retrieved from https://penyakit tbc.org/gejala-dan-pengobatan-penyakit-tbc-usus/

What is Intestinal Tuberculosis? (with pictures). (2018). Retrieved from https://wi segeek.com/what-is-intestinal-tuberculosis.htm


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store