TUJUAN POSYANDU

23

Bagi para orang tua khususnya ibu-ibu istilah “posyandu” tentunya tidak asing lagi. Ya, Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita.

Namun kenapa perlu dibentuk posyandu? Apa manfaatnya? Apa saja sih kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan? Nah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut simak penjelasannya berikut.

Kenapa Perlu dibentuk Pelayanan Posyandu?

Posyandu perlu dibentuk untuk menimbulkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sejak masih dalam kandungan ketika Balita dan para lanjut usia. Maksud dan tujuan dibentuknya posyandu yaitu:

  1. Melestarikan budaya gotong royong serta sikap peduli dan kasih sayang tanpa membedakan golongan, ras agama, kelompok, sehinnga diharapkan terbentuknya sikap peduli terhadap sesama di dalam masyarakat menuju masyarakat yang aman sentosa, makmur dan sejahtera. 
  2. Mengoptimalkan fungsi Posyandu menjadi pusat kegiatan kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat sehingga diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
  3. Mempersiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia guna mewujudkan bangsa Indonesia yang aman sentosa, makmur dan sejahtera.
  4. Membangun jiwa pemuda peduli bangsa (semangat untuk membangun Bangsa dan Negara).
  5. Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan menuju masyarakat yang menjunjung tinggi norma-norma kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia.
  6. Mensejahterakan masyarakat melalui swadaya masyarakat mandiri (kegiatan Posyandu Posdaya di lakukan dengan swadaya masyarakat)
  7. Upaya meningkatkan kualitas akhlak perbuatan baik sehingga di harapkan terjalin hubungan yang kondusif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 
  8. Ikut serta mensukseskan program pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan, mencerdaskan bangsa, menuju bangsa Indonesia yang sejahtera, makmur dan aman sentosa.

Manfaat Posyandu

Posyandu ini dibentuk oleh masyarakat, dimana masyarakat yang membentuk dan pelaksana posyandu tersebut disebut kader. Tentu hal ini banyak manfaatnya bagi si kader maupun masyrakat yang datang ke posyandu.

Bagi Masyarakat

  1. Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita.
    1. Pertumbuhan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang atau gizi buruk.
    1. Bayi dan anak balita mendapatkan kapsul Vitamin A
    1. Bayi memperoleh imunisasi lengkap.
    1. Ibu hamil akan terpantau berat badannya dan memperoleh tablet tambah darah (Fe) serta imunisasi Tetanus Toksoid (TT).
    1. Ibu nifas memperoleh kapsul Vitamin A dan tablet tambah darah (Fe).
    1. Memperoleh penyuluhan kesehatan terkait tentang kesehatan ibu dan anak.
    1. Apabila terdapat kelainan pada bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui dapat segera diketahui dan dirujuk ke puskesmas.
    1. Dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kesehatan ibu, bayi, dan anak balita

Bagi Kader

  1. Mendapatkan berbagai informasi kesehatan lebih dahulu dan lebih lengkap.
  2. Ikut berperan secara nyata dalam perkembangan tumbuh kembang anak balita dan kesehatan ibu.
  3. Citra diri meningkat di mata masyarakat sebagai orang yang terpercaya dalam bidang kesehatan.
  4. Menjadi panutan karena telah mengabdi demi pertumbuhan anak dan kesehatan ibu.

Kegiatan Pelayanan Posyandu

Adapun berikut kegiatan Posyandu yang dilakukan oleh masyrakat yang terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan/pilihan.

  1. Kegiatan utama, mencakup:
  2. Kesehatan ibu dan anak;
  3. Keluarga berencana;
  4. Imunisasi;
  5. Gizi;
  6. Pencegahan dan penanggulangan diare.
  7. Kegiatan pengembangan/pilihan, masyarakat dapat menambah kegiatan baru disamping lima kegiatan utama yang telah ditetapkan, dinamakan Posyandu Terintegrasi. Kegiatan baru tersebut misalnya:
  8. Bina Keluarga Balita (BKB);
  9. Tanaman Obat Keluarga (TOGA);
  10. Bina Keluarga Lansia (BKL);
  11. Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);
  12. Berbagai program pembangunan masyarakat desa lainnya.

Semua anggota masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dasar yang ada di Posyandu terutama;

  1. Bayi dan anak balita;
  2. Ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui;
  3. Pasangan usia subur;
  4. Pengasuh anak.

(LM)

Referensi

Kementerian Kesehatan. 2012. Buku Saku Posyandu. (Available at http://www.depkes .go.id/resources/download/promosi-kesehatan/buku-saku-posyandu.pdf)

Posyandu! Mengapa Harus??. (2019). Retrieved from https://www.kompasiana.com /dedyhendraburhanuddinbarazi/550f3973813311b82dbc659d/posyandu-mengapa-harus