TUMOR OTAK PADA ANAK

105

Setiap tahun, dilaporkan terdapat anak-anak berusia 0 – 19 tahun mengalami yang tumor otak dan sistem saraf pusat (SSP). Meskipun insidensi 5 per 100.000 orang-tahun jarang terjadi dibandingkan dengan keganasan lainnya, tumor otak adalah tumor padat paling umum pada masa kanak-kanak. Menurut data surveilans, epidemiologi, dan kelangsungan hidup, tumor otak merupakan  penyebab kematian nomor 1 di antara semua kanker anak-anak. Tumor otak masa kanak-kanak mewakili kelompok neoplasma yang secara anatomis dan biologis beragam yang dapat hadir dengan gejala umum dan tidak biasa. Kurangnya kesadaran akan tanda-tanda klinis dan gejala tumor otak dapat menyebabkan diagnosis yang tertunda oleh dokter. Nah, olehnya perlu untuk mengetahui dan mengenali gajala tumor ini. Penjelasan lengkapnya akan dibahas pada artikel di bawah ini.

Gejala Tumor Otak Anak

Tumor otak dan sumsum tulang belakang anak-anak dapat menyebabkan sakit kepala dan gejala lainnya. Beberapa tanda dan gejala mungkin tidak mudah dideteksi karena mirip dengan gejala kondisi lainnya dan perlu untuk diketahui bahwa gejalanya tidak sama pada setiap anak. Olehnya perlu untuk segera ke dokter jika anak memiliki masalah berikut:

  1. Sakit kepala pagi atau sakit kepala yang hilang setelah muntah.
  2. Sakit kepala yang mungkin menjadi lebih sering dan lebih parah
  3. Perasaan meningkatnya tekanan di kepala
  4. Mual atau muntah yang tidak bisa dijelaskan
  5. Masalah penglihatan, pendengaran, dan bicara
  6. Kehilangan keseimbangan atau kesulitan berjalan
  7. Kantuk yang tidak biasa
  8. Kepribadian berubah
  9. Kejang
  10. Ukuran kepala meningkat pada bayi

Penyebab

Penyebab pasti tejadinya tumor otak anak tidak diketahui. Tumor otak anak biasanya adalah tumor otak primer – tumor yang dimulai di otak atau di jaringan yang dekat dengannya. Tumor otak primer dimulai ketika sel-sel normal memiliki kesalahan (mutasi) dalam DNA mereka. Mutasi ini memungkinkan sel untuk tumbuh dan membelah dengan laju yang meningkat dan untuk terus hidup ketika sel yang sehat akan mati. Hasilnya adalah massa sel tidak normal, yang membentuk tumor. Banyak jenis tumor otak – yang mungkin atau mungkin bukan kanker – dapat terjadi pada anak-anak.

Faktor risiko

Pada sebagian besar anak-anak dengan tumor otak primer, penyebab tumor tidak jelas. Tetapi beberapa jenis tumor otak, seperti medulloblastoma atau ependymoma, lebih sering terjadi pada anak-anak. Meskipun jarang, riwayat keluarga dengan tumor otak atau riwayat keluarga dengan sindrom genetik dapat meningkatkan risiko tumor otak pada beberapa anak.

Pengobatan

Pengobatan untuk tumor otak anak tergantung pada jenis, ukuran dan lokasi tumor, serta usia anak dan kesehatan keseluruhan. Pengobatan untuk tumor otak pada anak-anak biasanya sangat berbeda dari pengobatan tumor otak dewasa. Berikut beberapa pilihan pengobatan untuk tumor otak pada anak.

  1. Operasi

Jika tumor otak terletak di tempat yang membuatnya dapat diakses untuk operasi, dokter bedah saraf anak akan mengangkat tumor otak tersebut. Dalam beberapa kasus, tumor kecil dan mudah dipisahkan dari jaringan otak di sekitarnya, yang memungkinkan pengangkatan secara menyeluruh. Namun, dalam kasus lain, terdapat juga tumor yang tidak dapat dipisahkan dari jaringan di sekitarnya atau tumor berada di dekat area sensitif di otak, membuat operasi berisiko.

Pembedahan untuk mengangkat tumor otak anak ini dapat membawa risiko, seperti infeksi dan perdarahan. Risiko lain mungkin tergantung pada bagian otak Sebagai contoh, operasi pada tumor di dekat saraf yang terhubung ke mata dapat membawa risiko kehilangan penglihatan.

  • Terapi radiasi tradisional

Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X atau proton, untuk membunuh sel-sel tumor. Terapi radiasi dapat berasal dari mesin di luar tubuh (radiasi sinar eksternal), atau, dalam kasus yang sangat jarang, radiasi dapat ditempatkan di dalam tubuh dekat dengan tumor otak (brachytherapy).

Radiasi sinar eksternal dapat fokus hanya pada area otak anak di mana tumor berada, atau dapat diterapkan ke seluruh otak (radiasi seluruh otak). Radiasi seluruh otak paling sering digunakan untuk mengobati kanker yang telah menyebar ke otak dari beberapa bagian tubuh lainnya. Efek samping dari terapi radiasi tergantung pada jenis dan dosis radiasi yang diterima anak.

  • Terapi sinar proton

Terapi sinar proton memberikan dosis radiasi yang lebih tinggi untuk tumor otak, meminimalkan paparan radiasi ke jaringan sehat terdekat. Ini tampaknya mengurangi efek samping jangka pendek dan jangka panjang dan mengurangi kemungkinan mengembangkan kanker baru.

  • Radio surgery

Stereotactic radiosurgery menggunakan beberapa sinar radiasi untuk memberikan bentuk perawatan radiasi yang sangat terfokus untuk membunuh sel-sel tumor di area yang sangat kecil.

  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel tumor. Meskipun obat dapat diminum dalam bentuk pil, pada anak-anak dengan tumor otak pediatrik obat biasanya disuntikkan ke dalam vena (kemoterapi intravena). Banyak obat kemoterapi tersedia, dan pilihan tergantung pada jenis kanker.

  • Targetted therapy (terapi yang ditargetkan)

Perawatan obat yang ditargetkan berfokus pada kelainan spesifik yang ada dalam sel kanker. Sebagai contoh, satu terapi obat yang ditargetkan digunakan untuk mengobati jenis kanker otak yang disebut glioma tingkat rendah adalah bevacizumab (avastin). Obat ini, diberikan melalui vena (intravena), menghentikan pembentukan pembuluh darah baru, memotong suplai darah ke tumor dan membunuh sel-sel tumor. (LM)

Referensi

Brain Tumors in Children | MedlinePlus. (2019). Retrieved from https://medlineplus. gov/childhoodbraintumors.html

Crawford, J. (2013). Childhood Brain Tumors. Pediatrics in Review, 34(2), pp.63-78.

Pediatric brain tumors – Symptoms and causes. (2019). Retrieved from https://www. mayoclinic.org/diseases-conditions/pediatric-brain-tumor/symptoms-causes/syc-20361694