Usia Tua Buat Buang Air Besar Menjadi Lebih Sulit, Benarkah?

115

Selain memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah, usia tua juga seringkali membuat seseorang menjadi lebih sulit buang air besar, terutama bila ia telah berusia 60-70 tahun. Sekitar 26% wanita dan 16% pria yang berusia 65 tahun atau lebih, mengalami sembelit. Angka ini akan meningkat saat mereka telah berusia lebih dari 84 tahun, yaitu menjadi 34% dan 26%.

Sebenarnya, sebagian besar kasus sembelit yang terjadi pada orang lanjut usia tidak memiliki hubungan langsung dengan proses penuaan normal.

 

Sembelit pada orang lanjut usia biasanya terjadi karena sebagian besar orang yang berusia lebih dari 65 tahun pasti mengkonsumsi 1 atau lebih obat yang mempengaruhi konduksi saraf (penghantaran impuls saraf) dan fungsi otot polos. Hal inilah yang mungkin menyebabkan banyak orang berusia lanjut mengalami sembelit.

 

Beberapa jenis obat-obatan yang dapat mengganggu proses penghantaran impuls saraf dan fungsi otot polos adalah obat golongan opioid, anti kolinergik, NSAID, penghambat kanal kalsium, dan suplemen kalsium.

Selain obat-obatan, terdapat beberapa hal lainnya yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya sembelit pada orang lanjut usia, yaitu:

  •        Kurangnya konsumsi serat
  •        Kurangnya konsumsi air putih
  •        Kurangnya aktivitas fisik
  •        Gangguan fungsi kognitif (kemampuan berpikir)

Berbagai penelitian juga telah menemukan bahwa beberapa perubahan fisiologis dapat mempengaruhi pergerakkan usus pada orang lanjut usia. Beberapa perubahan fisiologis yang dapat menghambat kerja usus adalah:

– Disfungsi mienterik
– Peningkatkan tumpukkan kolagen pada usus besar bagian kiri
– Penurunan fungsi saraf di dalam otot usus besar
– Peningkatan jumlah ikatan antara endorfin dengan reseptor usus

Hal lainnya yang juga dapat memicu terjadinya sembelit pada orang lanjut usia adalah hilangnya tekanan sphincter ani (otot dubur) atau adanya proses degenerasi otot sphincter ani dalam atau akibat berkurangnya elastisitas otot dinding usus besar.

Sumber: mayoclinic, webmd