Usia Yang Tepat Untuk Lasik

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

118

Lasik telah menjadi sebuah prosedur yang popular belakangan ini. Tidak hanya ada di indonesia, lasik juga disambut hangat oleh berbagai negara lain seperti Canada. Sebuah penelitian melaporkan kenaikan sebesar 8% untuk pencarian kata “lasik” yang dilakukan masyarakat canada. Penelitian ini merekam pencarian kata lasik dari tahun 2007 hingga tahun 2011.

Lasik merupakan singkatan dari laser assisted in situ keratomilusis lasik dapat digunakan untuk mengkoreksi berbagai kelainan mata seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisma.. Secara umum prosedur ini adalah prosedur yang dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan seseorang pada kacamata dan contact lens. Prosedur ini akan secara permanen mengubah bentuk dari korena, sebuah lapisan jernis yang melapisi mata. Lasik menggunakan microkeratome atau sebuah pisau laser keratome untuk melakukan pemotongan pada kornea.

Walaupun telah dikenal secara populer di berbagai negara, tidak semua orang dapat menjalani prosedur ini. Beberapa di antaranya adalah:

  • Orang yang tergabung pada profesi khusus seperti militer dan profesi lainnya. Beberapa profesi khusus tidak mengizinkan prosedur lasik.
  • Biaya yang mahal
  • Memiliki penyakit yang membuat ketidakstabilan hormon seperti diabetes
  • Sedang hamil atau menyusui
  • Memiliki penyakit yang mempengaruhi penyembuhan luka seperti penyakit autoimun (lupus, rheumatoid artritis), kondisi imun yang rendah (HIV AIDS), dan diabetes.
  • Orang yang aktif dalam olah raga kontak seperti tinju, gulat, pencak silat, yang rentan terkena trauma pada mata dan wajah.

Satu faktor lagi yang paling penting dalam menentukan waktu dilakukannya lasik adalah usia. Menurut FDA (food and drug administration) lembaga yang mengatur obat, makanan, dan prosedur medis di Amerika Serikat, lasik tidak dianjurkan pada usia di bawah 20 tahun, atau pada usia 20-an awal. Hal ini dilakukan karena pada usia 20-an awal masih terdapat ketidakstabilan refraktif. Keadaan ini menyebabkan lasik menjadi tidak efektif dan percuma. FDA juga melarang prosedur ini dilakukan pada usia di bawah 18 tahun karena tidak memberikan manfaat sama sekali.

Secara umum, pasien yang telah menjalani prosedur lasik mengungkapkan rasa puas akan prosedur ini. Tapi seperti prosedur medis yang lain, lasik juga memiliki komplikasi yang harus diwaspadai, di antaranya adalah:

  • Kehilangan penglihatan, sebagain pasien kehilangan penglihatan setelah oeprasi lasik.
  • Beberapa pasien dapat memiliki penglihatan yang kabur dan double vision atau penglihatan ganda
  • Sebagian pasien mengalami mata kering yang parah setelah prosedur
  • Untuk pasien dengan rabun jauh, efek setelah prosedur menurun seiring usia.

Lasik adalah sebuah prosedur untuk mengoreksi berbagai kelainan mata seperti rabun dekat, rabun jauh, dan astigmatisma. Lasik sebaiknya dilakukan pada pertengahan usia 20-an. Seperti prosedur medis lainnya lasik memiliki komplikasi yang harus diwaspadai seperti kehilangan penglihatan, double vision, serta mata kering. Walaupun secara umum lasik memberikan hasil yang positif, masyarakat sebaiknya bijak dalam memilih prosedur ini. (RPG)

Sumber

fda. 2018. Fda. [online]. [accessed 8 november 2018]. Available from world wide web: <https://fda.gov/medicaldevices/productsandmedicalprocedures/surgeryandlifesupport/lasik/ucm061358.htm>

sakimoto, t., rosenblatt, m. I. And azar, d. T. (2006) ‘laser eye surgery for refractive errors’, 367. Doi: 10.1016/s0140-6736(06)68275-5.

Stein, j. D. Et al. (2013) ‘gauging interest of the general public in laser-assisted in situ keratomileusis eye surgery’, 32(7), pp. 1015–1018.  (FDA, 2018)

(sakimoto, rosenblatt and azar, 2006; stein et al., 2013)


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store