Usus Buntu; Gejala Awal Dan Penangganannya

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

318

Radang usus buntu atau yang biasa sering disebut appendicitis tentunya sudah sering Anda dengar. Banyak orang yang masih menganggap remeh penyakit ini. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, radang usus buntu dapat menyebabkan usus buntu pecah dan menyebabkan infeksi yang serius dan bahkan fatal. Untuk itu, penting sekali untuk memahami radang usus buntu, ciri-cirinya, pencegahan dan pengobatanya sehingga dapat dilakukan penanganan dini.

Definisi Radang Usus Buntu (Appendisitis)

Appendisitis adalah suatu kondisi adanya radang, bengkak, dan penuh dengan nanah pada usus buntu. Radang usus buntu merupakan keadaan darurat medis yang hampir selalu membutuhkan operasi cepat untuk mengangkat usus buntu. Jika tidak diobati, usus buntu yang meradang akhirnya akan pecah atau berlubang dan menumpahkan bahan infeksi ke dalam rongga perut. Hal ini dapat memyebabkan  peradangan serius pada lapisan rongga perut (peritoneum) yang dapat berakibat fatal.

Penyebab Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Penyebab terjadinya radang usus buntu yaitu tersumbatnya usus buntu yang biasanya disebabkan tinja, benda asing, atau kanker. Selain itu, penyumbatan ini juga dapat terjadi dari infeksi, dimana usus buntu membengkak sebagai respons terhadap infeksi apa pun di dalam tubuh.

Tanda dan Gejala Radang Usus Buntu

Tanda dan gejala awal terjadinya radang usus buntu yaitu sakit di daerah perut dan ketika infeksi berlangsung, lokasi rasa sakit menjadi lebih jelas berada di sisi kanan bawah perut. Gejala yang paling sering ditemukan jika mengalami radang usus buntu adalah:

  1. Nyeri tumpul dekat pusar atau perut bagian atas yang menjadi tajam saat bergerak ke perut kanan bawah. Ini biasanya adalah tanda pertama.
  2. Kehilangan selera makan
  3. Mual dan/atau muntah segera setelah sakit perut dimulai
  4. Pembengkakan perut
  5. Demam

Ada beberapa gejala lainnya yang lebih jarang dialami oleh penderita usus buntu, namun demikian juga tetap harus diwaspadai, di antaranya adalah:

  1. Nyeri tumpul atau tajam di mana saja di perut bagian atas atau bawah, punggung, atau dubur
  2. Kesulitan buang air kecil
  3. Muntah yang mendahului nyeri perut
  4. Kram yang parah
  5. Sembelit atau diare dengan gas.

Pengobatan Radang Usus Buntu

Pengobatan standar untuk semua radang usus buntu adalah pembedahan yang disebut apendektomi untuk mengeluarkan usus buntu yang mengalami radang. Biasanya dokter memberikan antibiotik untuk mencegah terjadinya peradangan pada lapisan rongga perut sebelum dilakukan apendektomi. Setelah operasi anda bisa beraktivitas normal dalam waktu dua sampai tiga minggu. anda dapat menghubungi dokter jika anda mengalami:

  1. Muntah
  2. pusing atau merasa pingsan
  3. Rasa sakit dan kemerahan pada sayatan operasi
  4. Demam
  5. Terdapat pus (nanah)

 Pencegahan Radang Usus Buntu

Radang usus buntu dapat dicegah sering mengkonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan segar dan sayuran.

Setelah membaca artikel di atas tentunya Anda menjadi lebih waspada terhadap gejala radang usus buntu. Jangan menunda ke dokter bila Anda atau keluarga Anda diduga mengalami gejala serupa. (LM/CM)

Referensi

Cold, F., Health, E., Disease, H., Management, P., Conditions, S., & Problem, S. et al. (2018). Appendicitis. Retrieved from https://webmd.com/disgestived-disorders/digestive-diseases-appendecitis/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store