Vape, Benarkah Lebih Aman?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

328

Vape alias rokok elektrik menjadi tren baru di kalangan perokok selama beberapa tahun terakhir. Sugesti bahwa vape tidak berbahaya bagi kesehatan menjadi penyebab utama vape begitu diincar para penikmat rokok, ibaratnya “merokok dengan cara yang sehat”. Vape sendiri biasanya berisi cairan berbagai macam rasa yang katanya tidak mengandung tembakau. Kalau begitu, apakah benar tidak ada kandugan nikotin di dalamnya? Ternyata, cairan vape tersebut tetap mengandung nikotin yang diekstrak dari tembakau. Bedanya cairan ini juga dicampur berbagai macam rasa yang lebih menggugah selera.

Para peneliti mencoba melakukan tes efek nikotin terhadap jaringan paru-paru, baik yang dari rokok maupun dari rokok elektrik. Hasilnya nikotin tersebut dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru dan mengurangi kemampuan jaringan untuk melindungi dari zat asing. Laporan hasil penelitian yang didokumentasikan pada Toxicology and Applied Pharmalogy menyebutkan bahwa terlihat dampak yang sama pada efek jangka pendek dari pengguna rokok tembakau maupun vaping. Hasilnya akhir dari kondisi medispun menunjukkan gejala peradangan dan kerusakan paru-paru yang sama dari dua metode merokok tersebut.

Berikut lima bahaya vape yang perlu Anda ketahui.

  1. Menyebabkan kecanduan

Nikotin yang terkandung di dalam vape dapat menimbulkan efek ketergantungan. Maka dari itu, Anda mungkin bisa berhenti merokok tembakau dan menjadi kecaduan vape. Ini sama bahayanya, karena pada dasarnya vape mengandung zat kimia berbahaya yang bisa menimbulkan efek buruk bagi tubuh.

  1. Menyebabkan penyakit jantung

Meski tidak sebanyak rokok tembakau, zat nikotin yang terkandung dalam vape tetap dapat menimbulkan gangguan pada pembuluh darah arteri. Kejadian ini bisa memengaruhi kerja jantung dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

  1. Meningkatkan risiko penyakit paru

Sebuah penelitian menyatakan bahwa vape bisa mengganggu fungsi pemulihan sel paru, sehingga menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri tertentu.

  1. Menimbulkan sel kanker

Nikotin cair beserta zat pelarut propilen glikol, gliserin, dan dieter glikol jika dipanaskan akan menghasilkan zat nitrosamine. Zat ini dapat memicu terjadinya kanker paru.

  1. Membahayakan orang-orang sekitar

Paparan nikotin pada orang lain dapat menimbulkan kecanduan. Pada anak, hal ini dapat menimbulkan gangguan perkembangan otak. Selain itu, paparan nikotin pada ibu hamil juga dapat memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan.

Kesimpulannya, vape atau rokok elektrik ternyata sama bahayanya dengan rokok tembakau. Belum lagi harganya yang lebih mahal juga tidak menjadikan Vape sebagai pilihan lain merokok. Oleh sebab itu, marilah kita memotivasi diri kita dan lingkungan sekitar kita untuk stop merokok maupun menggunakan vape. (BR/CM)

DAFTAR PUSTAKA

Journal: R. McConnell et al. Electronic-cigarette use and respiratory symptoms in adolescents. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. Early online November 2, 2016. doi: 10.1164/rccm.201604-0804OC.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store