Video Games Penuh Kekerasan Bikin Anak Lebih Agresif, Benarkah?

169

Sebuah penelitian besar yang dilakukan di Singapura menemukan bahwa kekerasan yang terdapat di dalam berbagai video games ternyata dapat mempengaruhi bagaimana pandangan anak mengenai perilaku agresif.

Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 3.034 orang anak yang berusia antara 8-17 tahun di Singapura selama lebih dari 3 tahun. Para peneliti kemudian menemukan bahwa berbagai tindakan kekerasan yang terdapat di dalam video games dapat mempengaruhi perilaku agresif seorang anak dengan mengubah cara pandang anak mengenai kekerasan.

Walaupun berbagai penelitian sebelumnya tidak menemukan adanya efek negatif dari video games yang penuh dengan tindakan kekerasan pada perilaku anak, akan tetapi penelitian baru ini justru menemukan hal yang berbeda.

Para peneliti menemukan bahwa adanya tindakan kekerasan pada berbagai video games dapat mengubah cara pandang anak mengenai tindakan kekerasan secara umum dan mempengaruhi bagaimana perilaku agresif pada diri anak. Hasil penelitian ini pun tidak terpengaruh oleh beberapa hal lainnya yang turut berperan dalam perkembangan perilaku anak seperti jenis kelamin, usia, tingkat agresivitas anak yang memang telah ada, dan peran orang tua.

Akan tetapi, karena para peneliti memperoleh informasi seputar tindakan kekerasan di dalam video games melalui para peserta penelitian, maka hasil penelitian ini mungkin memiliki bias tertentu.

Para peneliti mengatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut di mana informasi seputar tindakan kekerasan di dalam video games juga diperoleh dari orang tua, guru, dan peneliti.

Sementara itu, para ahli kejiwaan yang juga meneliti hal yang sama di tahun 2010 menemukan bahwa tindakan kekerasan yang terdapat di dalam berbagai video games mungkin dapat mempengaruhi perilaku anak yang memang beresiko tinggi yaitu anak yang menderita gangguan mood, memiliki rasa empati yang rendah, dan memiliki nilai moral yang rendah.

Sumber: healthline