Visum Et Repertum

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

115

Visum et repertum disingkat VeR adalah keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter atas permintaan penyidik yang berwenang mengenai hasil pemeriksaan medik terhadap manusia, baik hidup atau mati, ataupun bagian atau diduga bagian tubuh manusia, berdasarkan keilmuannya dan di bawah sumpah, untuk kepentingan pro yustisia. Visum et repertum kemudian digunakan sebagai bukti yang sah secara hukum mengenai keadaan terakhir korban penganiayaanpemerkosaan, maupun korban yang berakibat kematian dan dinyatakan oleh dokter setelah memeriksa (korban). Khusus untuk perempuan visum et repertum termasuk juga pernyataan oleh dokter apakah seseorang masih perawan atau tidak.

Visum dibagi menjadi 3 jenis yaitu

  1. Visum korban hidup

Pada kasus ini pemeriksaan yang dilakukan meliputi 3 tahap yaitu

  • Visum definitive yaitu visum yang dibuat seketika, dimana korban tidak memerlukan perawatan dan pemeriksaan lanjutan sehingga tidak menghalangi aktivitas dan pekerjaan korban.
  • Visum sementara yaitu visum yang dibuat untuk sementara waktu, sebab korban masih memerlukan perawatan dan pemeriksaan lanjutan sehingga menghalangi pekerjaan korban.
  • Visum lanjutan yaitu visum yang dilakukan kepada korban yang lukanya sudah sembuh atau pindah tempat perawatan ataupun pulang paksa. Apabila korban meninggal dunia, maka dokter akan membuat visum
  1. Visum jenazah

Visum ini dilakukan pada mayat yang dibuat berdasarkan otopsi lengkap atau dengan kata lain berdasarkan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam tubuh mayat.

  1. Ekspertise

Visum ini dilakukan khusus kejadian yang dilaporkan keadaan benda atau bagian tubuh korban, contohnya darah, mani, liur, jaringan tubuh, tulang, rambut dan lain-lain yang berhubungan dengan korban.

Prosedur pemeriksaan bagi korban hidup yaitu:

  1. Korban datang ke Rumah sakit yang diantar oleh penyidik kepolisian dan membawa permintaan Visum et repertum.
  2. Dilakukan pemeriksaan dan pencatatan terhadap temuan klinis dan didokumentasikan dengan label yang berisi nomor VER, nama, umur, pemeriksa, tanggal, dan waktu.
  3. Korban yang memerlukan perawatan dan pengobatan dilayani petugas yang bertugas seperti, luka-luka dan obat-obatan sesuai dengan standar pelayanan medis di Rumah Sakit.
  4. Hasil atau data yang didapatkan dari korban di catat dibuku visum yang telah disiapkan.
  5. Hasil visum yang buat oleh dokter diserahkan kebagian DOKPOL rumah sakit untuk pencatatan hasil dengan cara komputerisasi, hasil yang sudah dibuat di tanda tangani oleh dokter yang membuat dan diketahui oleh kepala rumah sakit.
  6. Petugas rumah sakit menjaga kerahasiaan data korban. Unit Terkait: IGD, perawatan, ICU, instalasi forensik, dan d

Prosedur pemeriksaan bagi korban yang sudah meninggal dunia yaitu:

  1. Korban datang ke Rumah sakit yang diantar oleh penyidik kepolisian dan membawa permintaan Visum et repertum dan lembar persetujuan dari pihak penyidik yang ditangani oleh keluarga korban.
  2. Koordinasikan dengan pimpinan Kepala Rumah Sakit atau Kepala Bidang Dokter Kesehatan Kepolisian.
  3. Petugas menyiapkan peralatan medis untuk otopsi.
  4. Sebelum melaksanakan otopsi petugas yang bertugas melaksanakan doa untuk menghormati jenazah.
  5. Bila ada organ tubuh yang diambil akan dijadikan sampel, organ di letakkan diwadah atau botol yang dilengkapi dengan ukuran panjang, berat, nama organ, jam ,dan tanggal pengambilan sampel.
  6. Setelah pemeriksaan otopsi dilakukan korban atau jenazah di rekonstruksi (perbaikan tubuh korban seperti semula).
  7. Hasil atau data yang didapatkan dari korban di catat di buku visum yang telah disiapkan. (RA)

Daftar Pustaka

  1. Abdul Mun’im Idries,2009. Pedoman Praktis Ilmu Kedokteran Forensik. Dalam https://ferli1982.wordpress.com/2011/03/06/visum-et-repertum/
  2. https://plus.google.com/112233779242653595841/posts/WEHRYrFkkR7

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store