Vitamin A Untuk Anak: Kapan dan Dimana Mendapatkannya?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

75

Vitamin A merupakan mikronutrien yang sangat penting untuk menjadi bagian dari asupan makananan. Tubuh manusia tidak memiliki kemampuan sintetis vitamin A sehingga harus mengandalkan asupan dari luar. Makanan yang kaya akan vitamin A antara lain hati, minyak ikan, telur, biji-bijian, sayur-sayuran, daging dan produk susu atau olahannya. Vitamin A dan provitamin A merupakan senyawa larut lemak sehingga penyerapannya bergantung pada kadar lemak dan proten dalam makanan, serta fungsi absorbsi lemak di saluran cerna.

Kekurangan vitamin A menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui terutama di negara berkembang dengan pendapatan rendah. Penyebab utamanya adalah kurangnya kandungan vitamin A dalam diet secara kronis dan kegagalan mendukung pertumbuhan jaringan, metabolisme normal, ketahanan terhadap infeksi. Vitamin A berfungsi dalam penglihatan, sebagai komponen penting dalam sel penangkap cahaya di retina. Oleh karena itu, defisiensi vitamin A menjadi penyebab utama kebutaan pada usia muda.

World Health Organisation (WHO) telah mengkampanyekan pemberian suplementasi vitamin A dosis tinggi sebanyak 2 kali dalam satu taun kepada kelompok masyarakat yang rentang mengalami kekurangan vitamin A, misalnya bayi, balita sekolah dan ibu nifas. Di Indonesia, pemerintah telah mewajibkan pemberian suplementasi vitamin A secara gratis dan serentak untuk anak balita umur 6-59 bulan serta untuk ibu nifas. Vitamin A terdiri dari kapsul berwarna biru dengan dosis 100.000 IU yang diberikan kepada bayi berusia 6-11 bulan, dan kapsul berwarna merah dengan dosis 200.000 IU diberikan untuk balita usia 12-59 bulan dan ibu nifas.  Suplementasi vitamin A untuk bayi berumur 6-11 ulan dilakukan serentak 1 kali pada bulan februari atau Agustus, sedangkan anak balita umur 12-59 bulan dilakukan 2 kali pada bulan Februari dan Agustus. Suplementasi vitamin A dapat diperoleh dibanyak fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), polindes/poskesdes, balai pengobatan, praktik dokter/bidan swasta dan posyandu.

Selain melalui suplemen, vitamin A juga bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan vitamin A. Misalnya saja dengan banyak mengonsumsi wortel, ubi jalan, kangkung, brokoli, paprika merah, hingga bayam. Anda dapat mengonsum buah dan sayur tersebut dalam keadaan segar seperti buah yang dimakan langsung atau dalam bentuk salad atau lalapan. Anda juga dapat mengolahnya dalam bentuk makanan dan minuman seperti jus.

Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang makanan apa saja yang mengandung banyak vitamin A atau bagaimana Anda bisa mendapatkan suplemen vitamin A, Anda dapat menghubungi kami dan melakukan konsultasi dengan dokter-dokter kami. Salam sehat! (FSR/STE)

Referensi:

Penuntun Diet Anak edisi ke 3, Badan penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Panduan Manejemen Suplementasi Vitamin A, Departemen Kesehatan Republik Indonesia


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store