WASPADA HEPATITIS B PADA IBU HAMIL!

73

Hepatitis B adalah penyakit infeksi yang menyerang sel hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV). Penyakit ini dapat menular melalui darah ataupun cairan tubuh yang mengandung HBV. Secara klinis hepatitis B dibagi menjadi dua yaitu hepatitis B akut dan hepatitis B kronis. Pada hepatitis B akut. Pada hepatitis B akut penularan langsung terjadi 95% selama persalinan dan 5% selama dalam kandungan. Sedangkan untuk penularan secara tidak langsung dapat terjadi melalui transplantasi organ, tattoo, pisau cukur, jarum suntik yang tercemar dan transfuse darah. Untuk gejala yang ditimbulkan oleh hepatitis B akut cenderung tidak khas, seperti lesu, flu, nafsu makan berkurang, demam ringan, nyeri perut bagian kanan, dapat timbul kuning (icterus) pada bola mata awalnya, dan perubahan warna air kencing menjadi seperti teh. Sering kali karena gejala yang timbul tidak khas banyak dari penderita yang tidak menyadari terinfeksi HBV, sehinggal hal ini yang biasanya membuat penderita datang ke dokter ketika keadaan sudah kronis. Pada hepatitis B kronis merupakan hepatitis B akut yang berkembang. Kronisitas hepatitis B dipengaruhi usia ketika terinfeksi. Bila terinfeksi ketika bayi maka 95% akan menjadi hepatitis B kronik. Sedangkan bila infeksi terjadi ketika balita maka kemungkinan untuk menjadi hepatitis B kronik sebesar 20 -30 % dan bila terinfeksi ketia usia dewasa kemungkinan untuk terjadi hepatitis kronis B hanya sekitar 5%.

Indonesia merupakan negara endemitas hepatitis B dengan urutan kedua tertinggi di Asia Tenggara. Ibu hamil di Indonesia sekitar 3,9% merupakan penderita hepatitis. Penularan secara langsung kurang lebih 90% dari ibu ke anak dengan ibu HbsAg positif. Penularan dapat terjadi selama kehamilan, saat proses persalinan dan sesudah bayi lahir. Penularan yang terjadi setelah bayi lahir misalnya melalui ASI yang diduga tercemar oleh HBV melalui luka kecil dalam mulut bayi. Pada penularan saat persalinan, cenderung meningkat ketika persalinan lebih dari 9 jam. Untuk saat kehamilan tidak akan memperberat infeksi virus, akan tetapi jika terjadi infeksi akut bisa mengakibatkan hepatitis fulminan yaitu yang dapat menimbulkan kematian tinggi pada ibu dan bayi. Infeksi akut sendiri dapat terjadi pada kehamilan trisemester ketiga, persalinan lama dan mutasi virus hepatitis B.

Dikarenakan hal tersebut perempuan disarankan untuk melakukan deteksi hepatitis lebih awal, karena perempuan dengan infeksi HBV bisa menjadi rantai awal penularan HBV pada generasi berikutnya. Untuk perempuan usia subur dengan infeksi HBV dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi selama masa pengobatan dan penderita wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping dari pengobatan. Ayo mulai waspadai gejala hepatitis B dan deteksi sedini mungkin! (LAM)

REFRENSI

                                                                          

Surya et al., 2016. Kehamilan Dengan Hepatitis B. 1st ed. Jakarta: CV. Sagung Seto.

Susanti et al., 2017. Deteksi Penyakit Hepatitis-B pada Ibu Hamil di Puskesmas Abeli Kota Kendari. Biowallacea. Vol.4(1) Hal. 572-575

https://depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-hepatitis.pdf

PPHI. 2017.Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis B di Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Peniliti Hati Indonesia.

Ajeng; Putu .2017. Tatalakasana Persalinan pada Kehamilan dengan Hepatitis B.Jurnal Medula Unila.Vol.7(2)