WASPADA HEPATITIS B PADA IBU HAMIL!

56

Hepatitis B
adalah penyakit infeksi yang menyerang sel hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV). Penyakit ini dapat
menular melalui darah ataupun cairan tubuh yang mengandung HBV. Secara klinis hepatitis B dibagi menjadi dua yaitu hepatitis B akut dan hepatitis B kronis. Pada hepatitis B akut. Pada hepatitis B akut penularan langsung
terjadi 95% selama persalinan dan 5% selama dalam kandungan. Sedangkan untuk
penularan secara tidak langsung dapat terjadi melalui transplantasi organ,
tattoo, pisau cukur, jarum suntik yang tercemar dan transfuse darah. Untuk
gejala yang ditimbulkan oleh hepatitis B
akut cenderung tidak khas, seperti lesu, flu, nafsu makan berkurang, demam
ringan, nyeri perut bagian kanan, dapat timbul kuning (icterus) pada bola mata
awalnya, dan perubahan warna air kencing menjadi seperti teh. Sering kali
karena gejala yang timbul tidak khas banyak dari penderita yang tidak menyadari
terinfeksi HBV, sehinggal hal ini yang biasanya membuat penderita datang ke
dokter ketika keadaan sudah kronis. Pada hepatitis
B
kronis merupakan hepatitis B
akut yang berkembang. Kronisitas hepatitis
B
dipengaruhi usia ketika terinfeksi. Bila terinfeksi ketika bayi maka 95%
akan menjadi hepatitis B kronik.
Sedangkan bila infeksi terjadi ketika balita maka kemungkinan untuk menjadi hepatitis B kronik sebesar 20 -30 % dan
bila terinfeksi ketia usia dewasa kemungkinan untuk terjadi hepatitis kronis B hanya sekitar 5%.

Indonesia
merupakan negara endemitas hepatitis B
dengan urutan kedua tertinggi di Asia Tenggara. Ibu hamil di Indonesia sekitar
3,9% merupakan penderita hepatitis. Penularan secara langsung kurang lebih 90%
dari ibu ke anak dengan ibu HbsAg positif. Penularan dapat terjadi selama
kehamilan, saat proses persalinan dan sesudah bayi lahir. Penularan yang
terjadi setelah bayi lahir misalnya melalui ASI yang diduga tercemar oleh HBV
melalui luka kecil dalam mulut bayi. Pada penularan saat persalinan, cenderung
meningkat ketika persalinan lebih dari 9 jam. Untuk saat kehamilan tidak akan
memperberat infeksi virus, akan tetapi jika terjadi infeksi akut bisa
mengakibatkan hepatitis fulminan yaitu yang dapat menimbulkan kematian tinggi
pada ibu dan bayi. Infeksi akut sendiri dapat terjadi pada kehamilan
trisemester ketiga, persalinan lama dan mutasi virus hepatitis B.

Dikarenakan
hal tersebut perempuan disarankan untuk melakukan deteksi hepatitis lebih awal,
karena perempuan dengan infeksi HBV bisa menjadi rantai awal penularan HBV pada
generasi berikutnya. Untuk perempuan usia subur dengan infeksi HBV dianjurkan
untuk menggunakan kontrasepsi selama masa pengobatan dan penderita wanita hamil
harus berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping dari pengobatan. Ayo
mulai waspadai gejala hepatitis B dan
deteksi sedini mungkin! (LAM)

REFRENSI

                                                                          

Surya et al., 2016. Kehamilan Dengan Hepatitis B. 1st ed.
Jakarta: CV. Sagung Seto.

Susanti et al., 2017. Deteksi Penyakit Hepatitis-B pada Ibu Hamil di
Puskesmas Abeli Kota Kendari
. Biowallacea. Vol.4(1) Hal. 572-575

http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-hepatitis.pdf

PPHI. 2017.Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis
B di Indonesia
. Jakarta: Perhimpunan Peniliti Hati Indonesia.

Ajeng; Putu .2017. Tatalakasana Persalinan pada Kehamilan
dengan Hepatitis B.
Jurnal Medula Unila.Vol.7(2)