Waspada Kutu Rambut Pada Anak

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

112

Salah satu penyakit infeksi parasit yang sering menyerang anak-anak adalah kutu rambut. Penyakit kutu rambut atau dalam bahasa latin disebut dengan pedikulosis kapitis disebabkan oleh Pediculus humanus var capitis. Kutu rambut mempertahankan hidup dengan menghisap darah pada kulit kepala. Parasit ini memiliki 4 siklus hidup yaitu stadium telur, larva, nimfa dan dewasa. Kutu dewasa akan meletakkan telurnya di sepanjang rambut sehingga makin keujung makin banyak telur yang lebih matang.

Penyakit kutu rambut sering dianggap ringan oleh para orang tua padahal penyakit ini berdampak besar terhadap klinis maupun psikologis. Keluhan yang terjadi pada pedikulosis kapitis adalah gatal pada kulit kepala. Rasa gatal ini muncul akibat liur dan kotoran kutu yang masuk saat menghisap darah di kulit kepala. Anak-anak secara naluriah akan sering menggaruk area yang gatal pada kepalanya. Hal ini dapat menyebabkan luka atau eksoriasi pada kulit kepala. Luka ini kemudian dapat menimbulkan infeksi akibat masuknya kuman lewat luka tersebut. Infeksi yang berat menyebabkan terbentuknya nanah dan keropeng sehingga kulit kepala dapat timbul bau busuk.

Selain itu rasa gatal yang muncul terus menerus ini dapat mengganggu kegiatan anak sehari-hari. Gatal yang timbul malam hari menyebabkan anak-anak sulit atau terganggu saat tidur malam sehingga kualitas istirahat berkurang. Rasa gatal ini juga dapat mengganggu konsentrasi anak saat belajar di sekolah sehingga mempengaruhi nilai pelajarannya. Dampak psikologis yang muncul akibat penyakit kutu adalah rasa malu karena diisolasi dari anak lain.

Kutu rambut ini dapat ditularkan melalui kontak langsung ataupun lewat benda seperti sisir, topi, handuk maupun alas tidur yang dipakai bersamaan. Karena itu cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan rutin mencuci rambut paling tidak dua hari sekali, tidak menggunakan sisir, topi, bantal, handuk atau alas tidur bersamaan dengan penderita. Biasanya anak perempuan lebih banyak terkena penyakit kutu rambut ini karena anak perempuan cenderung memiliki rambut yang lebih panjang sehingga lebih sulit membersihkan rambut dan dikaitkan pula dengan penggunaan sisir atau aksesoris rambut bersamaan.

Pengobatan kutu rambut bertujuan untuk membunuh kutu dan telur. Obat kutu yang dapat digunakan yaitu lotion yang mengandung permetrin 1%,malathion 0,5%, gameksan 1% atau benzyl  benzoate 25% . Setelah mencuci rambut dengan bersih dan mengeringkan rambut, oleskan lotion pada seluruh kulit kepala kemudian diamkan selama 12 jam menggunakan penutup seperti shower cap atau kain/handuk, kemudian dicuci kembali dan disisir serit (sisir halus rapat) agar semua kutu dan telur terlepas. Disarankan pengobatan diulang 7 atau 9 hari kemudian, setelah pemberian obat yang pertama.  Penggunaan obat kutu ini harus dengan resep dan pengawasan dokter karena dosis nya tergantung usia dan memiliki efek samping seperti iritasi, bengkak hingga gangguan saraf.

Pengobatan kutu rambut ini tidak hanya ditujukan untuk penderita saja, namun keluarga yang tinggal satu rumah dengan penderita juga harus diperiksa. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada anggota keluarga lain yang tertular. Penggunaan barang-barang seperti sisir, bantal, topi, handuk, alas tidur juga perlu dipisah sehingga benar-benar dapat memutus rantai infeksi (DEN)

Referensi:

http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kutu-rambut-pada-anak

KARTANEGARA, P. P. X. K. K. (2018). INSIDENSI DAN GAMBARAN FAKTOR RISIKO PEDIKULOSIS KAPITIS DI. Jurnal Kedokteran Mulawarman, 5(2), 33.

Toloza, A., Vassena, C., Gallardo, A., González-Audino, P., & Picollo, M. I. (2009). Epidemiology of Pediculosis capitis in elementary schools of Buenos Aires, Argentina. Parasitology research, 104(6), 1295-1298.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store