Waspada Tikus Dan Penyakit Yang Disebarkannya

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

69

Tikus adalah hewan pengerat yang juga hidup di antara rumah-rumah manusia. Tikus telah lama dikenal sebagai hewan pengerat yang dapat menimbulkan banyak dampak kesehatan. Mengontrol perkembangbiakan tikus bukan merupakan hal yang mudah. Kenaikan suhu global atau yang sering kita sebut global warming ternyata memberikan suhu yang nyaman bagi tikus untuk berkembang biak. Tikus memiliki masa hamil yang pendek, yaitu empat belas hari. Tikus yang baru lahir hanya membutuhkan satu bulan untuk dapat bereproduksi kembali. Hal ini menunjukkan bahwa satu tikus dapat menghasilkan 15.000 hingga 18.000 tikus dalam setahun.

Tikus dapat menyebabkan berbagi masalah kesehatan, salah satu yang paling umum ditemukan di Indonesia adalah leptospirosis. Leptospirosis disebabakan oleh bakteri leptospira yang disebarkan oleh urin dari tikus. Bakteri yang disebarkan oleh urin tikus dapat bertahan selama berhari-hari hingga minggu.  Perlu diingat juga bahwa leptospirosis juga bisa menular melalui urin dari sapi, kuda, babi, serta anjing,

Pada manusia leptopspirosis dapat menyebabkan beberapa gejala, di antaranya adalah : demam, nyeri kepala, nyeri otot, diare, nyeri perut serta ditemukan warna kuning pada mata. Gejala ini biasanya dapat muncul dalam dua fase. Fase pertama biasanya gejala-gejala di atas muncul lebih ringan dan dapat gejala-gejala akan membaik dan menghilang. Kemudian dimulailah fase kedua yang ditandai dengan gejala-gejala yang jauh lebih berat, pada fase ini dapat muncul gagal ginjal dan gagal hati. Manusia dapat sakit setelah dua hari atau maksimal empat minggu setelah kontak dengan urin atau lingkungan yang tercemar dengan bakteri leptospira.

Jika menemukan gejala-gejala di atas, sebaiknya segera membawa pasien ke dokter. Terutama jika didapatkan faktor risiko seperti baru saja terekspos dengan urin hewan, atau baru saja terpapar banjir. Dokter kemudian akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk menentukan penyebab penyakit. Jika memang merupakan leptospirosis dokter akan memberikan antibiotik secara intravena untuk penyakit ini. Tidak disarankan untuk merawat sendiri pasien yang dicurigai terkena leptospirosis karena dapat menyebabkan konsekuensi yang berat seperti kerusakan hati dan gagal ginjal. Tanpa pengobatan yang adekuat, penyakit ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan dan komplikasi-komplikasi yang berat dapat muncul.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit-penyakit yang disebarkan oleh tikus. Beberapa di antaranya adalah :

  • Tutup lubang-lubang di rumah yang dapat menjadi sarana tikus masuk ke rumah
  • Pasang jebakan tikus di rumah agar dapat menangkap tikus yang berkeliaran. Namun harus dipastikan jebakan ini jauh dari jangkauan anak-anak.
  • Jagalah kebersihan rumah dengan membersihkan tempat-tempat lembab dan kotor yang bisa menjadi sarang tikus.

Tikus adalah hewan pengerat yang dapat menyebabkan banyak penyakit. Mengontrol populasi tikus di rumah dan menjaga kebersihan mutlak dilakukan agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut. (RPG)

Sumber:

Bibliography

CDC. 2010. CDC. [online]. [Accessed 29 December 2018]. Available from World Wide Web: <https://www.cdc.gov/rodents/index.html>


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store