Waspadai dan cegah penularan Demam berdarah dengue

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

580

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini sering terjadi utamanya saat musim hujan. Beberapa tanda dan gejala demam berdarah yang paling sering terjadi adalah demam tinggi hingga lebih dari 38’C, sakit kepala, nyeri pada otot, tulang, dan sendi, serta nyeri tajam di bola mata. Penyakit ini menjadi lebih berbahaya apabila timbul gejala perdarahan yang dapat tampak sebagai ruam atau bintik merah pada kulit, mimisan, perdarahan kecil dari gusi, atau bahkan muntah darah.

Jika kekebalan tubuh penderita baik, umumnya penderita dapat sembuh dalam seminggu atau lebih. Namun jika gejala memberat dan tidak mendapatkan penangananyang adekuat dari dokter, maka  pembuluh darah seringkali menjadi rusak dan bocor, jumlah gumpalan sel trombosit (sel keping pembekuan darah) dalam aliran darah juga akan menurun. Masa kritis biasanya akan berlangsung di hari ke 4-6 dimana suhu tubuh sudah stabil, namun justru di sinilah masa yang berbahaya.

Salah satu opsi pencegahan DBD adalah dengan pemberian Vaksin Dengue. Vaksin ini diberikan pada anak usia 9-16 tahun, sebanyak tiga kali dengan jarak enam bulan. Namun demikian, pemberian vaksin tidak serta merta efektif mencegah DBD tanpa tindakan pencegahan lainnya, selain itu vaksin ini belum tersedia dalam jumla yang cukup untuk populasi masyarakat Indonesia.

Hal paling utama yang harus dilakukan untuk mencegah DBD adalah dengan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus yang perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan.  Program 3 M , yaitu:

  1. Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain
  2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; dan
  3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Sementara Plus disni adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti:

  1. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
  3. Menggunakan kelambu saat tidur
  4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  5. Menanam tanaman pengusir nyamuk
  6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Kenali tanda dan gejala DBD dan lakukan upaya pencegahan aktif agar Anda dan keluarga terbebas dari bahaya DBD. (SA/CM)

Daftar Pustaka

Sudoyo A W, Setyohadi B, Alwi I dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III Edisi V. Jakarta: Interna Publishing Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam. 2007 ; 2773-2779


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store