Waspadai Gejala Post Power Syndrome Setelah Pensiun!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

115

Bagi seorang pekerja yang menginjak usia lima puluh lima tahun keatas bisa dibilang memasuki masa transisi. Hal ini karena saat usia kisaran tersebut merupakan usia menuju pensiun, itu artinya bahwa kehidupan sedikit atau banyak berbeda dari sebelumnya. Masa pensiun memang perlu dipersiapkan dengan baik. Bagi sebagian orang masa pensiun akan dinanti-nanti karena telah menjalankan pekerjaannya dengan baik, tinggal menikmati jerih payahnya di masa tua. Namun bagi sebagian orang lainnya masa pensiun merupakan masa “denial” karena merasa masa kejayaannya telah berakhir, merasa bahwa saat pensiun sudah tak ada lagi yang bisa dilakukan. Beberapa orang belum bisa mempersiapkan secara matang apa yang akan dikerjakan setelah tidak mengerjakan rutinitasnya.

Bagi orang yang dalam masa “denial” tentu diselimuti dengan perasaan ada yang hilang, kondisi yang berbeda dari sebelumnya, selalu membayangkan dan membandingkan berbagai hal dengan masa dahulu. Hal tersebut merupakan salah satu gejala dari post power syndrome. Post power syndrome merupakan kumpulan gejala yang muncul akibat berakhirnya suatu jabatan atau kekuasaan, arti power disini pun tidak selalu diartikan dengan suatu jabatan atau kekuasaan namun bisa diartikan akan segala aktivitas yang dulunya menjadi rutinitas.

Sindroma ini memang sering kali muncul pada seseorang yang telah pensiun dari pekerjaannya, namun juga dapat mengenai seseorang yang menderita sakit yang lama dan membutuhkan bantuan orang lain untuk menjalankan aktivitas semisal stroke. Gejala post power syndrome semakin dirasakan bila yang bersangkutan dalam bayang-bayang masa lalunya entah itu kesuksesaanya, jabatannya, kecerdasannya, dan lainnya.

Orang yang terkena post power syndrome sebenarnya tidak merasa bahwa dirinya seperti itu, justru lingkungan terdekat yang menyadari adanya perubahan pada orang tersebut. Umumnya gejala yang nampak seperti sering marah, berlaku sombong atau angkuh, senang membanggakan diri sendiri dengan tujuan untuk dipandang lebih tinggi dari orang lain. Terkadang orang tersebut juga merasa sering kecewa dan kesal tanpa sebab, perasaan kosong, merasa tidak dibutuhkan, tidak berarti, dan merasa sendiri. Keadaan seperti ini yang menyebabkan seseorang semakin sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya saat ini. Pemikiran itu juga yang membuat seseorang yang sudah pensiun lebih rentan terhadap penyakit.

Cara mengatasi atau terhindar dari post power syndrome adalah menyiapkan masa pensiun atau masa tua sebaik-baiknya. Anda bisa lebih sering mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersilaturrahmi, quality time dengan keluarga, dan melakukan aktivitas yang disenangi. Sehingga masa tua bisa dinikmati dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan, bermanfaat, dan tidak melulu dengan berdiam diri yang mengakibatkan diri terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. (NKD)


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store