Waspadai Kejang Demam Pada Anak

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

320

Pernahkah Anda mendengar tentang kejang demam? Atau bahkan anak Anda pernah mengalaminya? Tentu menjadi kekhawatiran yang besar terutama saat anak mengalami kejang demam bahkan tidak sedikit orang tua menjadi panik. Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada anak-anak akibat kenaikan suhu tubuh secara drastis dan mendadak. Kondisi ini biasanya terjadi ketika anak menderita sebuah infeksi. Kejang demam umumnya terjadi pada anak usia enam bulan hingga tiga tahun.

Gejala kejang demam pada anak dapat beragam, mulai dari yang ringan- seperti menatap dengan melotot, hingga yang berat- seperti gerakan tubuh menyentak-nyentak dengan hebat, atau otot-otot menjadi kencang dan kaku. Kejang demam dibagi atas dua jenis yaitu kejang demam sederhana (durasi kejang kurang dari 15 menit yang terjadi pada seluruh bagian tubuh dan tidak akan terulang dalam periode 24 jam) dan kejang demam kompleks (Terjadi lebih dari 15 menit pada salah satu bagian tubuh dan dapat terulang dalam 24 jam)

Kejang demam kompleks sering dihubungkan dengan meningkatnya risiko epilepsi, juga hubungannya dengan kematian mendadak yang tidak dapat dijelaskan pada anak (sudden unexplained death in childhood/SUDC). Tapi, ini tidak terbukti. Faktanya, sebagian besar kejang demam pada anak tidak memiliki keterkaitan dengan peningkatan risiko kematian di masa kanak-kanak ataupun dewasa.

Berikut ini tips bagi para orang tua jika anak mengalami kejang demam.

  1. Letakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda berbahaya seperti listrik dan pecah-belah.
  2. Baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak.
  3. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut. Memasukkan sendok, kayu, jari orangtua, atau benda lainnya ke dalam mulut, atau memberi minum anak yang sedang kejang, berisiko menyebabkan sumbatan jalan napas apabila luka
  4. Jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, karena dapat menyebabkan patah tulang.
  5. Amati apa yang terjadi saat anak kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit gawat darurat terdekat.
  6. Apabila anak sudah pernah kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan membekali orang tua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama di atas, obat tersebut dapat diberikan sesuai instruksi dokter.

Jangan terlalu panik jika anak mengalami kejang demam, laukan langkah-langkah di atas dengan tenang agar tidak ada resiko lain yang terjadi akibat kejang. Berkonsultasilah pada Dokter Spesialis Anak untuk mendapatkan persediaan obat demam dan obat kejang anak yang siap pakai di rumah apabila anak Anda pernah memiliki riwayat kejang demam sebelumnya. (BR/CM)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Ilmu Kesehatan Anak, Jilid 2, hal 847. Cetakan ke 9. 2000 bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI
  2. 1989. Penatalaksanaan Mutakhir Kejang Pada Anak.Jakarta : FKUI

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store