Waspadai Sindroma Hipotiroid Kongenital

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

273

Sindroma Hipotiroid Kongenital (SHK) mungkin masih asing di telinga sebagian besar dari kita. Penyakit ini adalah penyakit bawaan pada bayi baru lahir yang sering tidak terdeteksi saat lahir sehingga tidak mendapatkan penanganan yang sesuai. Padahal bila penyakit ini tidak diatasi dapat menyebabkan banyak masalah pada anak terutama masalah  tumbuh kembang.

Hipotiroid artinya kekurangan hormon tiroid, yaitu hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid atau kelenjar gondok. Hipotiroid konginetal adalah kekurangan hormon tiroid sejak dalam kandungan. Kira- kira satu dari 3000 bayi lahir dengan hipotiroid konginetal.  Hormon tiroid memainkan peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika kelenjar tiroid tidak berkembang sempurna, maka tidak akan menghasilkan hormon yang cukup untuk pertumbuhan bayi dan perkembangan  otak yang normal.

Sayangnya, masih banyak orang tak sadar dengan adanya penyakit ini. Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A (K) mengatakan orang tua sering kali baru datang ke dokter ketika anak sudah mengalami keterlambatan bicara hingga keterlambatan perkembangan motorik halus.

Berikut ini tanda-tanda fisik yang dapat dijumpai pada bayi dengan SHK :

  1. Pusar bodong
  2. Muka sembab
  3. Bibir tebal
  4. Tubuh pendek
  5. Lidah besar dan keluar
  6. Kesulitan bicara
  7. Jarang menangis
  8. Konstipasi

Namun, untuk screening hipotiroid kongenital, jangan menunggu tanda-tanda tersebut mulai muncul atau terlihat pada bayi. Periode emas untuk screening hipotiroid kongenital adalah 48-72 jam setelah bayi lahir. Semakin cepat ditemukan, maka semakin cepat pula diobati sehingga akan mencegah bayi mengalami retardasi mental (kecacatan mental). Bayi pun bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya.

Pengobatan hipotiroid adalah dengan memberikan penggantian hormon tiroid yang kurang dengan tablet hormon tiroid sintetik, disebut levotiroksin atau L-tiroksin setiap hari. Hormon sintetik ini khasiatnya sama seperti hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Pada pemberian dengan dosis yang benar, tidak ada efek samping dari pengobatan dengan hormon tiroid buatan.

Penyakit bawaan ini memang jarang dijumpai tetapi melihat efek yang ditimbulkan kepada generasi penerus kita tentu sangat mengkhawatirkan. Skrining dini sangat penting karena selama tablet hormon diberikan secara teratur, anak dengan hipotiroid akan memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangan seperti anak normal, bisa sekolah dan bekerja. (BR)

DAFTAR PUSTAKA

http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-skrining-hipotiroid-pada-bayi/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store