Yuk, Kenali Perbedaan Kontraksi Palsu dan Kontraksi Asli Tanda Persalinan!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi, Tanpa Antri

884

“Ayah, ayo ke Rumah Sakit sekarang! Adek sudah mau lahir ini, perut bunda sudah “mules”!

Tidak sedikit ibu hamil yang sering terkecoh dan memutuskan cepat-cepat kerumah sakit saat merasakan kontraksi, namun ternyata dokter mengatakan ibu boleh pulang karena ternyata belum waktunya untuk melahirkan.

Inilah yang dinamakan kontraksi palsu atau istilah kerennya “Braxton Hicks”.  Mengapa dikatakan “palsu”? Jawabannya, kontraksi ini tidak menyebabkan kelahiran janin. Banyak faktor yang dapat menyebabkan ibu hamil mengalami kontraksi palsu, diantaranya adalah karena pergerakan janin yang terlalu aktif, kurang istirahat, atau karena berhubungan seks.

Bagi ibu yang baru pertama kali hamil, pastinya sulit membedakan antara kontraksi palsu dan kontraksi tanda persalinan. Agar tidak terkecoh, yuk kenali perbedaan dua jenis kontraksi ini:

  1. Kekuatan Kontraksi

Kekuatan kontraksi palsu tidak meningkat. Sebaliknya, kekuatan kontraksi persalinan akan mengalami peningkatan, diiringi rasa nyeri yang makin bertambah menjelang persalinan, yang diikuti dengan pembukaan mulut rahim.

  1. Frekuensi Kontraksi

Kontraksi palsu hanya terjadi 1-2 kali dalam satu jam dan hanya beberapa kali muncul dalam sehari, tidak teratur, dan jarak waktu kontraksi tidak berdekatan. Sedangkan kontraksi persalinan akan semakin sering mendekati waktu persalinan, teratur, dan jarak waktu antara kontraksi akan memendek. Pada kontraksi persalinan, jeda kontraksi biasanya berkisar antara 5 menit.

  1. Lokasi Nyeri

Kontraksi palsu hanya terasa dibagian depan perut, sementara kontraksi persalinan dimulai dari bagian pinggul dan menyebar kearah depan atau sebaliknya. Ketika perut terasa mulas karena kontraksi ini, anda akan merasakan bagian perut mengeras dan tegang.

  1. Durasi

Kontraksi palsu hanya terjadi hanya sesaat saja, kualitasnya naik turun. Sementara kontraksi persalinan berdurasi kira-kira 40 sampai 60 detik dan kualitas nyerinya kuat dan persisten.

  1. Aktivitas Fisik

Perubahan aktivitas fisik akan menghentikan kontraksi palsu, namun hal itu tidak terlalu berpengaruh pada kontraksi persalinan.

Lalu bagaimana mengatasi rasa tidak nyaman yang timbul pada kontraksi palsu ini?

  • Minum air putih, teh manis, atau jus buah sebagai cadangan energi.
  • Mandi dengan air hangat dapat membuat anda lebih rileks, sehingga kontraksi palsu dapat segera berhenti.
  • Mengubah posisi atau melakukan ativitas gerak. Kadang kala berjalan sedikit dapat memberikan bunda sedikit perasaan nyaman dan mengurangi rasa yang mengganggu.
  • Mengambil napas dalam-dalam dan melakukan relaksasi melalui teknik pernapasan.

Apakah kontraksi palsu ini berbahaya?

  • Bayangkan saja ini adalah latihan bagi dinding rahim bunda sebelum kontraksi yang sesungguhnya.
  • Sisi positif dari kontraksi palsu ini adalah menyiapkan mulut rahim untuk membesar dan meningkatkan aliran darah didalam plasenta.

Beberapa ibu hamil mungkin mengalami kontraksi palsu pada trimester akhir kehamilan, namun perlu diingat bahwa tidak semua ibu hamil mengalami hal serupa. Apabila kontraksi yang anda rasakan frekuensinya menjadi lebih sering, terutama jika disertai dengan pelepasan cairan ataupun lendir darah, bergegaslah kerumah sakit. Stay healthy, moms! (RIA/CM)

Daftar Pustaka

  1. Milton S H. Normal Labor and Delivery. 2017. (https://emedicine.medscape.com/article/260036-overview)

2. Pagano T, MD. Braxton Hicks or True Labor Contraction?. 2016. (https://www.webmd.com/baby/guide/true -false-labor#1)


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store